Sebagian besar siswa cenderung menggunakan aturan turunan yang bersifat praktis saat diminta menyelesaikan soal dengan menggunakan definisi turunan secara langsung. Mereka mengalami kesulitan ketika menyelesaikan soal dengan definisi turunan. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan jenis dan penyebab epistemological obstacle yang dialami siswa SMA dalam memahami materi turunan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian yaitu 1 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan yang dipilih dari 27 siswa kelas XI-6 SMA Negeri 3 Sampang. Instrumen pada penelitian yaitu tes epistemological obstacle dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengambilan data dilakukan dengan menganalisis tes epistemological obstacle, selanjutnya mengetahui lebih dalam melalui wawancara kepada 1 subjek laki-laki dan 1 subjek perempuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketiga jenis epistemological obstacle yang terjadi pada siswa meliputi epistemological obstacle konseptual, karena siswa belum mampu mengaitkan konsep turunan dengan gagasan dasar yang berkaitan dengan definisi turunan; epistemological obstacle prosedural, ketika siswa mengalami kesulitan dalam menerapkan langkah-langkah penyelesaian menggunakan definisi turunan secara sistematis dan tepat; epistemological obstacle teknik operasional, yaitu ketika siswa mengalami kesalahan dan ketidaktelitian dalam menyelesaikan soal turunan.
Copyrights © 2026