Instagram menjadi ruang penting bagi ibu untuk memperoleh informasi pengasuhan dan kesehatan anak, termasuk edukasi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Penelitian ini bertujuan menganalisis resepsi ibu terhadap pesan edukasi MPASI pada akun Instagram @drtanshotyen dengan menggunakan teori resepsi Stuart Hall. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui observasi terhadap sembilan konten Instagram @drtanshotyen dan wawancara mendalam dengan delapan ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan, aktif menggunakan Instagram, dan pernah mengakses konten MPASI akun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga informan berada pada posisi dominant-hegemonic karena menerima pesan utama tentang real food, pembatasan ultra-processed food (UPF), dan evaluasi GTM secara kuat. Lima informan berada pada posisi negotiated karena menerima prinsip edukasi dr. Tan, tetapi menyesuaikannya dengan pekerjaan, waktu, respons anak, biaya, dukungan keluarga, dan saran dokter anak. Tidak ditemukan informan yang berada pada posisi oppositional penuh, meskipun tiga informan menunjukkan oposisi parsial terhadap pesan yang dianggap terlalu kaku. Temuan ini menunjukkan bahwa resepsi ibu tidak hanya dibentuk oleh kredibilitas dokter, tetapi juga oleh beban pengasuhan, budaya keluarga, algoritma platform, dan pengalaman anak. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian parenting digital dengan memperlihatkan ibu sebagai audiens aktif yang menyeleksi, membandingkan, dan menegosiasikan pesan kesehatan sebelum menerapkannya dalam praktik MPASI.
Copyrights © 2026