Proses pembelajaran di sekolah dasar masih diwarnai berbagai kendala, seperti tingkat keaktifan siswa yang rendah dan implementasi pembelajaran berdiferensiasi yang belum maksimal. Tambahan pula, rancangan perencanaan pembelajaran (RPP) guru kerap kali kurang memprioritaskan kebutuhan belajar siswa secara individual. Penelitian ini difokuskan pada analisis mendalam terhadap isu-isu tersebut, sekaligus pengembangan model perencanaan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengoptimalkan partisipasi siswa. Pendekatan metodologis yang dipakai bersifat kualitatif dengan analisis deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui studi dokumen dan observasi aktivitas kelas. Temuan penelitian menggarisbawahi masalah inti, yaitu absennya asesmen diagnostik, adaptasi siswa yang lemah terhadap diferensiasi, serta strategi pengajaran yang gagal memicu keterlibatan aktif. Solusi yang diusulkan mencakup rutinisasi asesmen diagnostik, pengelompokan siswa berdasarkan profil belajar, dan adopsi metode interaktif. Perencanaan yang terstruktur dengan baik pada akhirnya mampu memperkuat keaktifan siswa melalui pembelajaran berdiferensiasi.
Copyrights © 2026