Observasi merupakan salah satu metode untuk mengetahui kondisi aktual suatu infrastruktur secara langsung di lapangan. Kegiatan observasi ini dilakukan di Pelabuhan Parit Dua 21 dengan tujuan mengidentifikasi kondisi fisik infrastruktur, mengetahui berbagai bentuk kerusakan yang terjadi pada struktur utama maupun fasilitas pendukung, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penurunan kualitas infrastruktur tersebut. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah observasi lapangan secara visual dengan melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi bangunan dan fasilitas di kawasan pelabuhan. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan berbagai permasalahan pada infrastruktur pelabuhan, di antaranya kerusakan struktur beton berupa retak dan pengelupasan selimut beton, korosi pada tulangan baja, kerusakan pilar penyangga dermaga, genangan air akibat sistem drainase yang kurang optimal, kerusakan pagar pengaman, serta kondisi lingkungan yang kurang terawat akibat penumpukan sampah. Selain itu, fasilitas pendukung seperti mushola juga mengalami kerusakan pada kolom, plafon, instalasi lampu, dan tidak berfungsinya fasilitas pendingin ruangan. Secara umum, kerusakan yang terjadi dipengaruhi oleh faktor lingkungan perairan yang lembap dan korosif, usia bangunan, beban operasional, serta kurangnya pemeliharaan rutin. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi teknis, perawatan berkala, serta perbaikan terhadap elemen yang mengalami kerusakan agar infrastruktur dan fasilitas Pelabuhan Parit Dua 21 dapat berfungsi secara optimal dan aman dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026