Latar Belakang: Anemia pada kehamilan berisiko memicu komplikasi maternal dan gangguan perkembangan janin. Identifikasi faktor risiko penting untuk mengoptimalkan pencegahan serta penanganan sedini mungkin. Tujuan: Menganalisis determinan anemia kehamilan di Puskesmas Pantai Amal guna memberikan landasan empiris bagi strategi promotif, preventif, dan pengendaliannya. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data diambil secara retrospektif dari buku register ANC periode Januari–Desember 2025 terhadap 187 ibu hamil melalui teknik purposive sampling. Analisis data melalui univariat, dan bivariat menggunakan chi-square (α ≤ 0,05). Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara jarak kehamilan (p=0,05), KEK (p = 0,007), dan waktu kunjungan ANC K1 (p < 0,001) dengan kejadian anemia. Simpulan: Jarak kehamilan, KEK, dan waktu kunjungan ANC K1 berhubungan signifikan dengan kejadian anemia. Puskesmas disarankan mengoptimalkan strategi promotif KIA terkait kunjungan K1 murni, intervensi gizi, dan edukasi jarak kehamilanKata kunci: Anemia; Ibu Hamil; Jarak Kehamilan; KEK; Kunjungan ANC
Copyrights © 2026