Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Kandungan Bee Bread: Hasil Uji Fitokimia Dan Ftir Pada Bee Bread Sebagai Preliminary Data Suplemen Wanita Prakonsepsi Annisa Eka Permatasari; Indah Raya; Andi Nilawati Usman; Tuti Sukini; Hamdiah Ahmar
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 2020: EDISI KHUSUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.043 KB) | DOI: 10.30651/jkm.v5i2.4075

Abstract

Objective: This study aims to determine the content of flavonoids and polyphenols found in bee bread. This research is a laboratory research. The sample used in the study was bee bread. Examination used in the form of FTIR test (Fourier Transform Infrared) using FTIR spectrophotometer, Phytochemical Test to see the content of saponins, tannins, flavonoids, alkaloids, terpenoids and steroids using a chemical solution to see the content of bee bread and Polyphenol Test using 20D + Electronics to see the amount of polyphenols on bee bread. This research was conducted at the Integrated Laboratory of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University and the Biochemistry Laboratory of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin UniversityResults: Phytochemical tests using Pb (CH3COO) 2 and FeCl3 reagent solutions were found to contain flavonoids and tannins. While the FTIR test results indicate the existence of a phenolic framework which belongs to the flavonoid group.Conclusion: This study concludes that bee bread contains flavonoids and polyphenols which have antioxidant effects, so it is good to be used in supplements to deal with stress in women.
Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penilaian Afektif Mata Kuliah Komunikasi dalam Praktik Kebidanan: Validity and Reliability of the Affective Assessment Instrument for the Communication Course in Midwifery Practice Teresia Suminta Rotua Situmorang; Annisa Eka Permatasari; Reza Bintangdari Johan; Nur Aisyah Laily; Idha Farahdiba; Nurrahmi Umami
Jurnal Midwifery Vol 5 No 1 (2023): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v5i1.35189

Abstract

Introduction: The affective domain is important for assessing student attitudes and behavior in the learning process, but the implementation is still lacking. So far, affective assessment is still implied in the assessment of the cognitive domain, so that the assessment of the affective domain is still carried out with cursory observations. Affective domain assessment needs to be supported using tests that match the characteristics of learning objectives. Attitude assessment can be subjective so we need an instrument that is able to measure objectively. This research aims to evaluate the feasibility of an affective ability assessment instrument in the Communications in Midwifery course at the Faculty of Health Sciences, University of Borneo Tarakan. Methods: This type of research is descriptive. The research sample was 30 midwifery students who were taken randomly. Data collection used an affective assessment questionnaire in the communication course in midwifery practice. Results: The results of the validity test research carried out, 22 items were declared valid out of 25 statement items (rcount > 0.361) and the instrument reliability test was 0.858 (alpha > 0.7). Conclusion: affective assessment instruments can be declared feasible and reliable so that they can be used to measure students' affective abilities
Galaktogue pada Jahe dapat Meningkatkan Produksi ASI: Literatur Review Ririn Ariyanti; Annisa Eka Permatasari; Nurrahmi Umami
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i2.956

Abstract

Stunting masih menjadi masalah di Indonesia yang melibatkan banyak sektor dalam bidang kesehatan. Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis akibat dari asupan gizi yang kurang dalam jangka waktu yang Panjang. Banyak faktor yang menyebabkan stunting pada anak salah satunya yaitu pemberian ASI noneksklusif selama 6 bulan pertama. Penanganan yang dianjurkan adalah meningkatkan produksi ASI. Cara yang dapat dilakukan salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung galactogue. Jahe merupakan salah satu bahan herbal yang memiliki kandungan galactogue yang dapat membantu merangsang, mempertahankan atau meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur review yaitu studi yang dilakukan dengan cara menguraikan temuan dari beberapa artikel. Pada penelitian ini artikel yang digunakan adalah artikel 10 tahun terakhir yang berasal dari google scholar, pubmed, Elsevier, dan DOAJ yang dapat diakses secara fulltext. Berdasarkan 8 artikel yang didapatkan menunjukkan bahwa pemberian jahe untuk dikonsumsi selama menyusui dapat meningkatkan produksi ASI. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kandungan senyawa aktif dari jahe berfungsi untuk meningkatkan produksi ASI. Oleh sebab itu, jahe baik diberikan pada ibu menyusui di hari pertama hingga ke tujuh pasca persalinan.
Gerakan Mengurangi Emesis Pada Ibu Hamil di Wilayah Perbatasan Kalimantan Berbasis Kearifan Lokal Ririn Ariyanti; Nurahmi Umami; sudarto sudarto; Imra Imra; Annisa Eka Permatasari; Zulfa Rahmalia Khariani; Tantry Sulistiyowati; Enilin Okovianus; Mastura Mastura
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 3 NOMOR 2 TAHUN 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v3i2.4400

Abstract

Emesis gravidarum (mual dan muntah kehamilan) merupakan salah satu keluhan trimester pertama. Ketidaknyamanan ini memaksa ibu hamil untuk istirahat dari pekerjaan jika tidak ditangani dengan baik. Jahe merupakan  solusi  non farmakologi untuk mengatasi muntah. Masyarakat Dayak percaya bahwa jahe dayak dapat mengatasi muntah-muntah dan pusing pada ibu hamil. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat dalam hal ini kelompok pastry chef dalam membuat kue jahe yang terbukti efektif dalam mengurangi rasa mual dan muntah pada ibu hamil. Objek pengabdian pada masyarakat ini adalah Kelompok Pembuatan Kue Kecamatan Mamburuni. Metode realisasi pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam tiga tahap, yakni. tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Gedung Serbaguna Kelurahan Mamburuni Tarakan Timur Kota Tarakan selama 3 hari. Dari kegiatan yang dihasilkan, kelompok pembuat kue mampu membuat kue jahe yang dapat mengurangi muntah pada ibu hamil.
EDUKASI ASI EKSKLUSIF BAGI IBU HAMIL UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN MENYUSUI DAN KESEHATAN BAYI SEJAK DINI DI KOTA TARAKAN Reza Bintangdari Johan; Susanti; Idha Farahdiba; Annisa Eka Permatasari; Eka Darmayanti Putri Siregar
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v8i1.743

Abstract

Infant Mortality Rate (IMR) still poses a health concern in Indonesia, including in Tarakan, some cases are caused by infections and diarrhea. Exclusive breastfeeding can help prevent these conditions in infants. The extent of this practice can be observed through exclusive breastfeeding coverage in the community. Limited maternal understanding of the advantages of breastfeeding for both the baby and the mother is frequently linked to low coverage. One effective strategy to address this issue is providing structured and effective education. This activity aimed to improve pregnant women’s understanding of exclusive breastfeeding. It was conducted on August 23, 2024, at the home of a community health volunteer in Juata Laut Subdistrict, North Tarakan. The method was a lecture combined with a health education approach and was attended by seven pregnant women and held alongside a routine antenatal class. The assessment instrument used was a 15-item questionnaire on exclusive breastfeeding, with a validity score of 0.973. Three stages made up the activity: preparation, carrying out the activity, and post-test evaluation. Results showed that 5 out of 7 participants (71%) had good knowledge of exclusive breastfeeding. However, 4 participants (57%) believed that breastfeeding leads to weight gain, 1 participant (14%) did not recognize its role in preventing breast cancer, and 5 participants (71%) were unaware of its contraceptive function. Health education proved effective in increasing knowledge, though continued and comprehensive efforts during pregnancy are needed to support optimal breastfeeding practices.
EDUKASI PENGENALAN DAN PENANGANAN TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN DAN ALUR RUJUKAN PERSALINAN PADA IBU HAMIL DAN KELUARGA DI WILAYAH PESISIR Idha Farahdiba; Susanti Susanti; Annisa Eka Permatasari; Reza Bintangdari Johan; Yogho Prasetyo; Eka Darmayanti Putri Siregar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.44347

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, termasuk di Kota Tarakan yang menunjukkan peningkatan kasus pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh komplikasi seperti perdarahan. Salah satu faktor penyebab tingginya AKI adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan dan alur rujukan yang tepat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tarakan tahun 2024, Puskesmas Juata tercatat memiliki cakupan kunjungan kehamilan K1 dan K4 terendah di kota tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil dan keluarganya di wilayah pesisir, khususnya di Kelurahan Juata Laut, tentang tanda bahaya kehamilan dan alur rujukan persalinan melalui edukasi yang interaktif dan kontekstual. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi dengan ceramah, diskusi kelompok, dan penggunaan media edukatif seperti poster dan leaflet, serta evaluasi melalui post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 86% ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik tentang tanda bahaya kehamilan, sementara 71% memahami alur rujukan persalinan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang partisipatif dan kontekstual efektif dalam meningkatkan kesadaran ibu hamil di daerah pesisir. Edukasi yang berkelanjutan sangat penting dilakukan secara rutin untuk mendukung kesiapan persalinan yang aman dan menurunkan risiko kematian ibu.
Pengujian Validitas Alat Simulasi Pemeriksaan Vaginal Toucer (ASIMVAT) Sebagai Alat Penunjang Keterampilan Kebidanan Annisa Eka Permatasari; Idha Farahdiba; Rahmi Padlilah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.705

Abstract

Bidan merupakan salah satu profesi dunia yang memiliki peran sangat penting dan strategis untuk menurunkan AKI, hal ini dilakukan dengan memberikan pelayanan kebidanan yang bermutu dan berkesinambungan. Pendidikan tenaga Kesehatan salah satunya kebidanan sangat bergantung pada simulasi teknologi untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa, sehingga sangat dibutuhkan latihan laboratorium keterampilan klinik yang dapat memberikan kesempatan pada calon tenaga kesetahan atau mahasiswa Kesehatan untuk mendapatkan keterampilan klinis yang dibutuhkannya. Sehingga dibutuhkan pengembangan media pembelajaran untuk praktikum di laboratorium. Pemeriksaan vagina dan penilaian serviks pada persalinan dapat digunakan sebagai pendeteksi kemajuan persalinan serta masalah secara tepat waktu, hal ini digunakan untuk augmentasi dan rujukan ibu bersalin untuk intervensi yang tepat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan mengembangkan media pembelajaran yaitu ASIMVAT yang digunakan sebagai pemeriksaan Vaginal Toucher, dimana proses penelitian menggunakan model ADDIE. Hasil uji coba oleh para ahli dan penerimaan alat secara umum menunjukkan tingkat validitas sangat valid. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulan bahwa simulasi pemeriksa Vaginal Toucer (ASIMVAT) dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk perkuliahan Asuhan Kebidanan Persalinan.
Edukasi Seks Dan Gizi Adaptif Untuk Meningkatkan Kesiapan Pubertas Pra-Remaja Di Wilayah Pesisir Tarakan Eka Darmayanti Putri Siregar; Mega Octamelia; Reza Bintangdari Johan; Nur Citra; Selvia Febrianti; Andi Sri Hastuti Handayani Usman; Rizky Vaira; Annisa Eka Permatasari; Desy Putri Nabila; Clodya Puspita Sari
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v8i4.821

Abstract

The transitional stage of puberty is often accompanied by limited understanding of reproductive health and inadequate literacy on balanced nutrition, conditions that may increase vulnerability to risky behaviours and impair healthy development. This study aimed to strengthen pre-adolescents’ knowledge of reproductive health and adaptive nutrition through interactive school-based education. The intervention was implemented at SD Negeri 047 Tanjung Pasir, East Tarakan, involving 52 sixth-grade students who completed pretest–post-test assessments. Educational materials were delivered using leaflets, posters, and two-way interactive discussion. Knowledge outcomes were analysed descriptively and changes in proportions. The results demonstrated a meaningful improvement in students’ knowledge of reproductive health, with the proportion of high-category scores increasing from 57.7% to 67.3% (effect size +9.6%). Knowledge of adaptive nutrition also increased, although to a lesser extent, from 61.5% to 63.5% (effect size +3.2%). The largest gains were observed in the ability to identify reproductive organs, recognize pubertal changes, and understand appropriate personal boundaries. These findings indicate that visual-supported, interactive education is particularly effective in enhancing pubertal literacy among pre-adolescents, even in coastal settings where discussions about sexuality may be culturally sensitive. This study offers novelty by highlighting how context-adapted reproductive and nutrition education can be successfully implemented in a coastal elementary school environment. The implications for practice include the need for schools to integrate continuous reproductive health and nutrition education into routine learning and to strengthen collaboration with teachers, community health centres, and parents to reinforce healthy behaviours among pre-adolescents.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada kehamilan di Puskesmas Pantai Amal Ifa Yulia; Ika Yulianti; Vinny Alvionita; Idha Farahdiba; Annisa Eka Permatasari
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 2 (2026): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i2.1785

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada kehamilan berisiko memicu komplikasi maternal dan gangguan perkembangan janin. Identifikasi faktor risiko penting untuk mengoptimalkan pencegahan serta penanganan sedini mungkin. Tujuan: Menganalisis determinan anemia kehamilan di Puskesmas Pantai Amal guna memberikan landasan empiris bagi strategi promotif, preventif, dan pengendaliannya. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data diambil secara retrospektif dari buku register ANC periode Januari–Desember 2025 terhadap 187 ibu hamil melalui teknik purposive sampling. Analisis data melalui univariat, dan bivariat menggunakan chi-square (α ≤ 0,05). Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara jarak kehamilan (p=0,05), KEK (p = 0,007), dan waktu kunjungan ANC K1 (p < 0,001) dengan kejadian anemia. Simpulan: Jarak kehamilan, KEK, dan waktu kunjungan ANC K1 berhubungan signifikan dengan kejadian anemia. Puskesmas disarankan mengoptimalkan strategi promotif KIA terkait kunjungan K1 murni, intervensi gizi, dan edukasi jarak kehamilanKata kunci: Anemia; Ibu Hamil; Jarak Kehamilan; KEK; Kunjungan ANC
Edukasi Pijat Bayi melalui Program SENTUH untuk Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu di Posyandu Mekar Jaya Nurrahmi Umami; Rahmatuz Zulfia; Nazwa Manurung; Annisa Eka Permatasari; Tanti Tri Lestary
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6806

Abstract

Child health and early childhood development are strongly influenced by the quality of maternal care, including simple stimulation such as infant massage. However, parenting literacy and practical skills in infant massage remain low among many mothers in Tarakan, North Kalimantan. This lack of knowledge leads to suboptimal stimulation during early childhood, which is a critical period for growth and development. Therefore, the SENTUH Program (Sehat, Nyaman, Tumbuh Harmonis/Healthy, Comfortable, Harmonious Growth) was implemented as a community service initiative to improve mothers’ capacity in infant massage as a form of stimulation and to strengthen mother–child bonding. The aim of this program was to enhance mothers’ knowledge and skills in infant massage through interactive education, demonstrations, and role play. The methods included socialization, training, and hands-on practice. Interactive lectures were delivered on the benefits of infant massage, developmental milestones, and responsive parenting. Infant massage demonstrations were conducted by facilitators using dolls, followed by direct practice by participants. Role play was applied to train empathic communication between cadres, mothers, and infants, while also improving cadres’ facilitation skills in posyandu activities. Evaluation was carried out through pretest–posttest assessments and direct observation of infant massage practice. The results indicated a significant improvement in both knowledge and skills among mothers and cadres. Most participants were able to describe the benefits of infant massage, identify correct steps, and perform the practice independently. Cadres also showed improved ability to facilitate mother classes after training. SENTUH Program proved effective in enhancing mothers’ and cadres’ knowledge and skills in infant massage. This initiative strengthens the role of families and community health posts in supporting optimal child growth and development.