ABSTRAKLatar Belakang: Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada perempuan dengan angka kejadian yang terus meningkat. Deteksi dini kanker payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) menjadi salah satu langkah penting untuk menurunkan risiko keterlambatan dalam diagnosis. Keterampilan remaja putri dalam melakukan SADARI masih tergolong rendah akibat masih kurangnya edukasi dan praktik secara langsung. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas edukasi dengan metode demonstrasi terhadap keterampilan remaja putri dalam melakukan SADARI. Metode: Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre-eksperimental one group pre-test post-test design tanpa kelompok kontrol. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas XI sebanyak 113 orang, dengan sampel sebanyak 53 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi keterampilan SADARI dengan standar KEMENKES. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank-Test. Hasil: Menunjukkan terdapat peningkatan rata-rata keterampilan remaja putri dari sebelum dan sesudah intervensi, serta perbedaan yang bermakna antara nilai pre-test dan post-test (p<0,05). Simpulan: Edukasi dengan metode demonstrasi efektif meningkatkan keterampilan remaja putri dalam melakukan SADARI, sehingga direkomendasikan sebagai metode edukasi kesehatan di sekolah untuk mendukung deteksi dini kanker payudara sejak usia remaja.AbstractBackground: Breast cancer is one of the major health problems among women, with an incidence rate that continues to increase. Early detection through breast self-examination (SADARI) is an important strategy to reduce delayed diagnosis. However, the skills of adolescent girls in performing SADARI remain low due to limited education and lack of practice. Research Objective: To analyze the effectiveness of education using the demonstration method in improving SADARI skills among adolescent girls. Methods: A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design without a control group was employed. The study population consisted of 11th-grade female students (n=113), with 53 respondents selected using simple random sampling. The research instrument was a SADARI skills observation sheet based on Ministry of Health standards. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Results: An increase in average skill scores after the intervention and a statistically significant difference between pretest and posttest scores (p<0.05). Conclusion: Education using the demonstration method is effective in improving adolescent girls’ skills in performing SADARI and is recommended as a school-based health education strategy to support early detection of breast cancer.
Copyrights © 2026