Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas edukasi dengan metode demonstrasi terhadap keterampilan remaja putri dalam melakukan sadari Mutia Aura Nazwa Assyfa; Fika Aulia; Anita Agustina; Arina Hayati
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 2 (2026): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i2.1739

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada perempuan dengan angka kejadian yang terus meningkat. Deteksi dini kanker payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) menjadi salah satu langkah penting untuk menurunkan risiko keterlambatan dalam diagnosis. Keterampilan remaja putri dalam melakukan SADARI masih tergolong rendah akibat masih kurangnya edukasi dan praktik secara langsung. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas edukasi dengan metode demonstrasi terhadap keterampilan remaja putri dalam melakukan SADARI. Metode: Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre-eksperimental one group pre-test post-test design tanpa kelompok kontrol. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas XI sebanyak 113 orang, dengan sampel sebanyak 53 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi keterampilan SADARI dengan standar KEMENKES. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank-Test. Hasil: Menunjukkan terdapat peningkatan rata-rata keterampilan remaja putri dari sebelum dan sesudah intervensi, serta perbedaan yang bermakna antara nilai pre-test dan post-test (p<0,05). Simpulan: Edukasi dengan metode demonstrasi efektif meningkatkan keterampilan remaja putri dalam melakukan SADARI, sehingga direkomendasikan sebagai metode edukasi kesehatan di sekolah untuk mendukung deteksi dini kanker payudara sejak usia remaja.AbstractBackground: Breast cancer is one of the major health problems among women, with an incidence rate that continues to increase. Early detection through breast self-examination (SADARI) is an important strategy to reduce delayed diagnosis. However, the skills of adolescent girls in performing SADARI remain low due to limited education and lack of practice. Research Objective: To analyze the effectiveness of education using the demonstration method in improving SADARI skills among adolescent girls. Methods: A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design without a control group was employed. The study population consisted of 11th-grade female students (n=113), with 53 respondents selected using simple random sampling. The research instrument was a SADARI skills observation sheet based on Ministry of Health standards. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Results: An increase in average skill scores after the intervention and a statistically significant difference between pretest and posttest scores (p<0.05). Conclusion: Education using the demonstration method is effective in improving adolescent girls’ skills in performing SADARI and is recommended as a school-based health education strategy to support early detection of breast cancer.
PENGUATAN PERSIAPAN MENGHADAPI PUBERTAS SESUAI KAJIAN ISLAM PADA SISWA KELAS VI Fika Aulia; Suryati Suryati; Bardiati Ulfah; Yaolanda Rizqi Agustina; Mutia Aura Nazwa Assyfa
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38600

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Masa pubertas merupakan fase transisi yang ditandai perubahan fisik, psikologis, dan spiritual, namun banyak siswa sekolah dasar belum memiliki pemahaman yang terintegrasi dengan nilai Islam sehingga kurang siap menghadapi perubahan dan kewajiban setelah baligh. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menghadapi pubertas sesuai ajaran Islam. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan melalui ceramah interaktif dan simulasi praktik mandi wajib. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, persiapan materi dan instrumen, pelaksanaan, serta evaluasi. Mitra kegiatan adalah SDIT Al Firdaus Banjarmasin dengan jumlah peserta 90 siswa kelas VI. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan siswa. Hasil menunjukkan peningkatan rerata nilai dari 56,22 menjadi 93,56 dengan persentase peningkatan sebesar 66,40%. Selain itu, terjadi peningkatan keterampilan praktik mandi wajib. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesiapan siswa secara holistik dan berpotensi direplikasi pada sekolah dasar berbasis keagamaan lainnya.Kata kunci: Siswa Sekolah Dasar; Edukasi; Pubertas; Nilai Islam. ABSTRACTPuberty is a transitional phase characterized by physical, psychological, and spiritual changes; however, many elementary school students still lack a comprehensive understanding integrated with Islamic values, leading to unpreparedness in facing these changes and religious obligations after reaching puberty (baligh). This community service activity aimed to improve students’ knowledge (cognitive) and skills (psychomotor) in dealing with puberty in accordance with Islamic teachings. The implementation methods included educational sessions through interactive lectures and simulation of obligatory bathing (ghusl) practices. The stages of the activity consisted of coordination with partners, preparation of materials and instruments, implementation, and evaluation. The partner in this activity was SDIT Al Firdaus Banjarmasin, involving 90 sixth-grade students. Evaluation was conducted using pre-test and post-test, as well as observation of students’ practical skills. The results showed an increase in the average score from 56.22 to 93.56, with a percentage increase of 66.40%. In addition, there was an improvement in students’ skills in performing obligatory bathing practices. This activity was effective in enhancing students’ readiness holistically and has the potential to be replicated in other Islamic-based elementary schools. Keywords: Elementary School Students; Education; Puberty; Islamic Values.