Latar Belakang: Balita yang kekurangan gizi lebih rentan terhadap infeksi menular, kelainan pertumbuhan, dan keterlambatan perkembangan kognitif. Untuk meningkatkan status gizi balita, Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis lokal merupakan intervensi strategis. Namun demikian, penilaian empiris tentang efektivitas kontekstual PMT lokal di wilayah kerja Puskesmas 9 Nopember masih diperlukan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh intervensi makanan lokal sebagai upaya peningkatan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas 9 Nopember Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Jumlah subjek penelitian sebanyak 45 balita dengan status gizi kurang yang dipilih dari total sampel. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri berat badan menurut tinggi badan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada status gizi balita setelah intervensi (p = 0,001), dengan skor Z W/H meningkat pada 35 anak, menurun pada 7 anak, dan tidak berubah pada 3 anak. Kesimpulan: PMT lokal merupakan intervensi gizi yang efektif untuk meningkatkan status gizi balita.Kata kunci: intervensi; makanan lokal; status gizi; balita; gizi kurang
Copyrights © 2026