Masalah utama yang diidentifikasi pada Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Sumatera Utara (DISPORA SUMUT) adalah belum optimalnya pelayanan publik akibat miskomunikasi kronis antar unit kerja serta rendahnya efikasi diri pegawai dalam pemanfaatan teknologi birokrasi modern. Riset payung yang mendasari kegiatan ini membuktikan pengaruh parsial dan simultan komunikasi dan kompetensi yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendiseminasikan budaya komunikasi asertif serta menguatkan efikasi diri pegawai guna mereduksi hambatan operasional birokrasi. Metode pelaksanaan meliputi tahap pra-kegiatan (pemetaan kebutuhan dan koordinasi), tahap intervensi utama berupa sosialisasi interaktif dan bimbingan teknis terstruktur bagi 83 orang pegawai ASN, serta tahap evaluasi komprehensif menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang berdampak signifikan: terjadi peningkatan softskill komunikasi asertif pegawai dari skor rata-rata awal 58,4% menjadi 89,6% pada akhir kegiatan. Efikasi diri pegawai dalam pemanfaatan instrumen digital birokrasi juga meningkat tajam dari 46,2% menjadi 87,5%, dan indeks kepuasan koordinasi antar unit naik dari 52,0% menjadi 91,2%. Evaluasi kualitatif jangka pendek membuktikan berkurangnya ego sektoral (circle eksklusif) antar unit kerja serta meningkatnya ketepatan waktu penyelesaian laporan kedinasan. Kesimpulan kegiatan ini adalah integrasi metode sosialisasi persuasif dan workshop teknis efektif mereduksi miskomunikasi dan mengakselerasi kualitas pelayanan publik di lingkungan DISPORA SUMUT.
Copyrights © 2026