Nelayan tradisional menghadapi risiko kerja yang tinggi akibat keterbatasan pengetahuan dan kesadaran terhadap keselamatan melaut, khususnya di kawasan Muaro Penjalinan, Kota Padang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan sosialisasi keselamatan dan mitigasi risiko melaut serta menganalisis respons nelayan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat pesisir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi secara dialogis dan partisipatif mampu meningkatkan pemahaman nelayan mengenai keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri, dan strategi mitigasi risiko sebelum, selama, dan setelah melaut. Kegiatan ini juga mendorong perubahan pola pikir nelayan dari menerima risiko sebagai hal yang tidak terhindarkan menjadi upaya pencegahan melalui tindakan terencana. Sosialisasi berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran keselamatan dan mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir berkelanjutan.dan kesadaran keselamatan nelayan serta mendukung proses pemberdayaan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026