Remaja SMA rentan terhadap penurunan kebahagiaan akibat tekanan akademik dan sosial, sehingga regulasi emosi penting untuk mengelola dan mencapai kebahagiaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan regulasi emosi dan kebahagiaan siswa serta menguji hubungan keduanya. Pendekatan kuantitatif korelasional digunakan pada 206 siswa kelas XI SMA N 9 Padang melalui simple random sampling. Instrumen berupa skala regulasi emosi (Gross, 2014) dan kebahagiaan (Seligman, 2002). Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Spearman’s rho. Hasil menunjukkan regulasi emosi (67,96%) dan kebahagiaan (59,71%) tergolong tinggi. Terdapat hubungan positif signifikan (r=0,333, p<0,05) dengan kontribusi efektif 11,1% (rendah), mengindikasikan kebahagiaan lebih dominan dipengaruhi faktor eksternal lainnya dibandingkan regulasi emosi. Implikasi bagi bimbingan konseling adalah perlunya intervensi holistik yang mengombinasikan penguatan regulasi emosi melalui role playing dan art counseling dengan dukungan sosial serta religiusitas siswa.
Copyrights © 2026