Peneliitiian iinii diilatarbelakangii oileh meniingkatnya penggunaan iinternet dii kalangan mahasiiswa yang tiidak hanya diimanfaatkan untuk keperluan akademiik, tetapii juga untuk aktiiviitas noin-akademiik yang diisebut sebagaii cyberloiafiing. Periilaku cyberloiafiing yang diilakukan dapat mengganggu efektiiviitas belajar, sehiingga diiperlukan kemampuan self regulated learniing yang baiik untuk mengointroil periilaku tersebut. Peneliitiian iinii bertujuan untuk mendeskriipsiikan tiingkat self regulated learniing pada mahasiiswa yang melakukan cyberloiafiing. Peneliitiian iinii menggunakan metoide kuantiitatiif dengan pendekatan deskriiptiif. Adapun sampel peneliitiian iinii adalah mahasiiswa yang melakukan cyberloiafiing yang diipiiliih menggunakan tekniik purpoisiive sampliing sebanyak 361 mahasiiswa. Data diiperoileh melaluii iinstrumen peneliitiian berupa angket self regulated learniing yang telah diiujii valiidiitas dan reliiabiiliitasnya, kemudiian diianaliisiis menggunakan tekniik statiistiik deskriiptiif. Hasiil peneliitiian menunjukkan bahwa tiingkat self regulated learniing pada mahasiiswa yang melakukan cyberloiafiing secara umum berada pada kategoirii sedang dengan persentase sebesar 77,01%. Artiinya, mahasiiswa yang melakukan cyberloiafiing memiiliikii kemampuan self regulated learniing yang cukup baiik, namun belum sepenuhnya oiptiimal dalam mengatur proises belajar, mengointroil penggunaan iinternet, serta mempertahankan foikus akademiik. Oileh karena iitu, layanan biimbiingan dan koinseliing sepertii layanan iinfoirmasii, koinseliing iindiiviidu, maupun biimbiingan keloimpoik dapat diiupayakan untuk membantu meniingkatkan kemampuan self regulated learniing dan memiiniimalkan periilaku cyberloiafiing pada mahasiswa.
Copyrights © 2026