Nuraini Nuraini
Universitas Negeri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Guru PAI dalam Pembentukan Akhlaqul Karimah di Sekolah Dasar Nuraini Nuraini; Rahmi Wiza
Jurnal Kawakib Vol 2 No 1 (2021): Studi Keislaman
Publisher : Program studi Keagamaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.383 KB) | DOI: 10.24036/kwkib.v2i1.16

Abstract

This study aims to determine the morals of students at the UNP Laboratory Development Elementary School, to find out the efforts of Religion teachers in providing examples, guidance, historical stories, encouragement, and fostering students' conscience and to know the supporting and inhibiting factors for teachers in shaping students' morality. This type of research is qualitative with descriptive method, because the research describes, tells, and interprets a situation or event as it is. The results of this study were that students still spoke in high-pitched voices, running around in front of the office, and their hair was still long. Efforts made by Religion teachers are a) Providing an example with Tahfiz, b) Encouraging performing Dzuhur prayers in congregation, c) Equipping common sense with knowledge through historical stories, d) Advising parents to get along with good people, e) Encouraging to leave the nature of lazy. The driving factors in the formation of akhlaq karimah are parents, student motivation, and the community. Meanwhile, the inhibiting factors in the formation of akhlaqul karimah are socio-economic conditions and education level.
DAMPAK PEMBELAJARAN DARING TERHADAP MOTORIK HALUS AUD PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI TK MELATI Nuraini Nuraini; Dadan Suryana
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 5 No 2 (2021): (Journal of Childhood Education) September-Februari
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v5i2.604

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana dampak pembelajaran daring terhadap motorik halus anak usia dini, pada masa pandemi Covid-19 Di TK Melati Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui dampak pembelajaran daring terhadap motorik halus anak usia dini, pada masa pandemi Covid-19 Di TK Melati Kampung Dalam Kab. Padang Pariaman. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Sekolah, guru, wali murid dan siswa TK Melati Kampung Dalam Kab. Padang Pariaman. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan dampak pembelajaran daring terhadap motorik halus anak usia dini, pada masa pandemi covid-19 di TK Melati Kampung Dalam Kab. Padang Pariaman termasuk dalam kategori mampu dan cukup mampu. Dampak lainnya sistem pembelajaran daring (online) terhadap pembelajaran daring terhadap motorik halus anak usia dini adalah adanya beberapa orang tua yang kurang mendukung atau tidak berpartisipasi dalam sistem pembelajaran dan kendalanya ada orang tua siswa di rumah nya tidak memiliki hp Android, terpaksa guru-guru kunjungi rumah-rumah orang tua murid yang tidak memiliki hp android.
Gambaran Self Regulated Learning Pada Mahasiswa yang Melakukan Cyberloafing: Analisis Aspek Metakognitif, Motivasi, Perilaku dan Gender Nuraini Nuraini; Zadrian Ardi; Miftahul Fikri; Tri Handani
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001397chr2026

Abstract

Peneliitiian iinii diilatarbelakangii oileh meniingkatnya penggunaan iinternet dii kalangan mahasiiswa yang tiidak hanya diimanfaatkan untuk keperluan akademiik, tetapii juga untuk aktiiviitas noin-akademiik yang diisebut sebagaii cyberloiafiing. Periilaku cyberloiafiing yang diilakukan dapat mengganggu efektiiviitas belajar, sehiingga diiperlukan kemampuan self regulated learniing yang baiik untuk mengointroil periilaku tersebut. Peneliitiian iinii bertujuan untuk mendeskriipsiikan tiingkat self regulated learniing pada mahasiiswa yang melakukan cyberloiafiing. Peneliitiian iinii menggunakan metoide kuantiitatiif dengan pendekatan deskriiptiif. Adapun sampel peneliitiian iinii adalah mahasiiswa yang melakukan cyberloiafiing yang diipiiliih menggunakan tekniik purpoisiive sampliing sebanyak 361 mahasiiswa. Data diiperoileh  melaluii iinstrumen peneliitiian berupa angket self regulated learniing yang telah diiujii valiidiitas dan reliiabiiliitasnya, kemudiian diianaliisiis menggunakan tekniik statiistiik deskriiptiif. Hasiil peneliitiian menunjukkan bahwa tiingkat self regulated learniing pada mahasiiswa yang melakukan cyberloiafiing secara umum berada pada kategoirii sedang dengan persentase sebesar 77,01%. Artiinya, mahasiiswa yang melakukan cyberloiafiing memiiliikii kemampuan self regulated learniing yang cukup baiik, namun belum sepenuhnya oiptiimal dalam mengatur proises belajar, mengointroil penggunaan iinternet, serta mempertahankan foikus akademiik. Oileh karena iitu, layanan biimbiingan dan koinseliing sepertii layanan iinfoirmasii, koinseliing iindiiviidu, maupun biimbiingan keloimpoik dapat diiupayakan untuk membantu meniingkatkan kemampuan self regulated learniing dan memiiniimalkan periilaku cyberloiafiing pada mahasiswa.