Sekolah berasrama Islam semakin banyak menerima siswa usia dini bersamaan dengan siswa usia remaja. Kehadiran siswa usia dini membutuhkan praktik pengelolaan siswa yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pengelolaan siswa usia dini di Pondok Pesantren Darussalam Magelang, Indonesia, dan Ma'had Tahfiz Vokasional Aman Bistari, Malaysia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi komparatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, termasuk reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lembaga tersebut memiliki tujuan yang serupa dalam menumbuhkan karakter religius, kemandirian, dan disiplin di antara siswa sejak usia dini. Namun, terdapat perbedaan dalam layanan pendidikan dan pendekatan pengembangan. Pondok Pesantren Darussalam menekankan pembiasaan terhadap kehidupan sekolah berasrama tradisional melalui pengasuhan intensif dan pengajaran agama dasar, sedangkan Ma'had Tahfiz Vokasional Aman Bistari mengintegrasikan pendidikan hafalan Al-Quran dengan pengembangan keterampilan kejuruan secara bertahap. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan siswa usia dini di sekolah berasrama Islam harus mengakomodasi kebutuhan perkembangan anak sambil tetap mempertahankan karakteristik khas lembaga pendidikan Islam.
Copyrights © 2026