Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya produktivitas hortikultura di Kabupaten Simeulue akibat praktik pemupukan yang belum berbasis kondisi spesifik lahan. Keterbatasan akses terhadap informasi dan teknologi uji tanah menyebabkan petani cenderung menggunakan pupuk secara umum tanpa mempertimbangkan status hara tanah, sehingga berdampak pada inefisiensi biaya dan rendahnya hasil produksi. Kegiatan ini bertujuan untuk menghilirkan teknologi Pemupukan Spesifik Lokasi (PSL) melalui pendekatan komunikasi partisipatif guna meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan kesuburan tanah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui penyuluhan partisipatif berbasis Focus Group Discussion (FGD) serta difusi ipteks dalam bentuk penyusunan panduan pemupukan berbasis co-creation. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan petani dengan nilai N-Gain sebesar 0,71 (kategori tinggi), serta tersusunnya panduan pemupukan spesifik lokasi yang adaptif terhadap kondisi lahan dan ketersediaan input lokal. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan adopsi inovasi pertanian. Dengan demikian, hilirisasi teknologi berbasis komunikasi partisipatif menjadi strategi penting untuk meningkatkan produktivitas hortikultura secara berkelanjutan di wilayah kepulauan.
Copyrights © 2026