Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana praktik sastra multimodal dalam puisi digital TikTok membentuk pemaknaan ekspresi kreatif Generasi Z dalam perspektif postmodernisme. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis teks multimodal terhadap lima video puisi digital yang dipilih secara purposif dari platform TikTok. Data dianalisis menggunakan teori multimodalitas Kress dan van Leeuwen serta perspektif postmodernisme JeanFrancois Lyotard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan ekspresi kreatif Generasi Z terbentuk melalui tiga hal yang saling berkaitan, yaitu subjektivitas pengalaman personal sebagai penolakan narasi besar, fragmentasi emosi sebagai strategi estetik, serta pluralitas makna yang lahir dari interaksi antarmode verbal, visual, audio, dan performatif. Dengan demikian, puisi digital TikTok dapat dipahami sebagai ruang ekspresi kontemporer yang mencerminkan cara Generasi Z memaknai dan mengkomunikasikan pengalaman hidupnya dalam budaya digital postmodern.
Copyrights © 2026