Penelitian ini menganalisis relevansi filsafat pendidikan Ki Hadjar Dewantara dalam penguatan Social-Emotional Learning (SEL) di PAUDQ Nur Fadlilah Tuban. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini berfokus pada anak usia 4-5 tahun sebagai kelompok usia krusial dalam perkembangan sosial-emosional. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, dan orang tua, serta dokumentasi kurikulum dan hasil karya anak. Teknik analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola penerapan prinsip Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani dalam pembelajaran sosial-emosional anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan filsafat Ki Hadjar Dewantara secara efektif memperkuat aspek kesadaran diri, pengelolaan emosi, empati, keterampilan sosial, dan pengambilan keputusan anak. Prinsip keteladanan guru, keterlibatan aktif anak dalam pembelajaran, serta pemberian kebebasan yang bertanggung jawab berkontribusi terhadap pengembangan keterampilan sosial-emosional yang lebih holistik. Selain itu, integrasi SEL dengan nilai-nilai Islam dalam konteks PAUD berbasis Islam menghadirkan pendekatan yang lebih kontekstual dan sesuai dengan budaya lokal. Studi ini memberikan wawasan bagi pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran yang lebih komprehensif dalam pendidikan anak usia dini, khususnya di lembaga berbasis Islam.
Copyrights © 2026