Kemampuan membaca Al-Qur'an merupakan kompetensi dasar yang harus dikembangkan sejak usia dini, namun pembelajaran di Raudhatul Athfal masih didominasi pendekatan berpusat pada guru sehingga intensitas latihan, interaksi belajar, dan kefasihan membaca peserta didik belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Model Collaborative Quranic Reading yang dikembangkan oleh peneliti dalam meningkatkan kefasihan membaca Al-Qur'an peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus pada 30 peserta didik Kelompok B2 RA Al-Inshof Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, selama FebruariāJuni 2026. Data dikumpulkan melalui tes unjuk kerja, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang konsisten pada setiap siklus. Nilai rata-rata peserta didik meningkat dari 58,4 pada pra siklus menjadi 69,2 pada Siklus I, 78,6 pada Siklus II, dan 87,1 pada Siklus III. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 30,0% menjadi 53,3%, 73,3%, dan mencapai 90,0%. Temuan ini menunjukkan bahwa Model Collaborative Quranic Reading efektif meningkatkan kefasihan membaca Al-Qur'an melalui pembelajaran kolaboratif yang mengintegrasikan peer observation, peer feedback, repeated reading, dan pendampingan guru sehingga menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, partisipatif, dan berpusat pada peserta didik.
Copyrights © 2026