Mangrove Edu Park yang berada di Berbas Pantai, wilayah Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang adalah area ekowisata yang fokus pada kegiatan konservasi dan pendidikan lingkungan, perlu adanya pengelolaan yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menetapkan prioritas dalam kebijakan pengelolaan kawasan tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, sera kuesioner yang ditujukan kepada Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Bontang, Kelurahan Berbas Pantai, Pokdarwis, penduduk setempat, dan para nelayan. Analisis data dilaksanakan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang mengacu pada lima aspek, yaitu konservasi lingkungan, pelestarian budaya, partisipasi masyarakat, manfaat ekonomi, dan pemberdayaan kelompok yang rentan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa aspek manfaat ekonomi menjadi prioritas utama dalam pengelolaan ekowisata, diikuti oleh konservasi lingkungan, partisipasi masyarakat, pemberdayaan kelompok yang rentan, serta pelestarian budaya. Di sisi lain, alternatif yang dianggap paling penting adalah pengembangan destinasi wisata yang berbasis maritim dan ramah lingkungan. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan ekowisata mangrove yang berkelanjutan, serta meningkatkan keuntungan ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat di sekitar.
Copyrights © 2026