Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak game battle royale terhadap perilaku agresif anak usia 5–6 tahun serta mengidentifikasi bentuk perilaku agresif yang muncul akibat permainan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian merupakan seorang anak laki-laki berusia 6 tahun berinisial R yang diketahui aktif bermain game battle royale. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi selama dua minggu di sekolah TK Wiyata Handayani Purwakarta. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game battle royale berdampak pada munculnya perilaku agresif fisik, agresif verbal, ekspresi emosi negatif, serta perilaku imitasi kekerasan. Perilaku agresif fisik yang ditemukan meliputi memukul, menendang, mendorong, menarik teman, merebut, dan merusak mainan. Sementara itu, agresi verbal ditunjukkan melalui tindakan berteriak, mengancam, berkata kasar, mengejek, dan menghina teman. Anak juga meniru adegan kekerasan seperti bermain tembak-tembakan dan mengasosiasikan benda di sekitarnya sebagai senjata. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa paparan game battle royale berpotensi mempengaruhi perkembangan anak khususnya pada perilaku agresif yang muncul, sehingga diperlukan pengawasan dan pendampingan orang tua maupun guru dalam penggunaan media digital.
Copyrights © 2026