Kemampuan mengenal bentuk dan ukuran merupakan bagian penting dari perkembangan kognitif anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam pembelajaran sentra balok untuk menstimulasi kemampuan mengenal bentuk dan ukuran pada anak usia 5–6 tahun di TK Negeri 1 Samarinda. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian adalah satu orang guru kelompok B, sedangkan subjek yang diamati berjumlah 19 anak usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator melalui pemberian pijakan, pendampingan, dan pertanyaan pemantik selama kegiatan bermain balok. Sebagian besar anak mampu mengenali bentuk dasar, mengelompokkan balok berdasarkan bentuk yang sama, serta membedakan ukuran balok. Pembelajaran sentra balok memberikan pengalaman konkret yang membantu anak memahami konsep bentuk dan ukuran. Dengan demikian, peran guru dalam pembelajaran sentra balok dapat menstimulasi kemampuan mengenal bentuk dan ukuran pada anak usia 5–6 tahun.
Copyrights © 2026