Observasi awal pada pembelajaran IPAS kelas V SD Inpres 63 Kabupaten Sorong menunjukkan bahwa peserta didik masih mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, dan menarik kesimpulan secara logis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir analitis peserta didik setelah penerapan metode discovery learning berbasis praktikum pada materi sifat-sifat bunyi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pra-eksperimen dan desain one group pretest -posttest. Subjek penelitian terdiri atas 15 peserta didik kelas V yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa tes uraian keterampilan berpikir analitis. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir analitis peserta didik setelah penerapan metode discovery learning berbasis praktikum. Hasil uji t berpasangan menunjukkan nilai t(14) = -14,051 dengan p < 0,001. Tanda negatif menunjukkan bahwa perhitungan dilakukan dengan urutan pretest dikurangi posttest, sehingga nilai posttest lebih tinggi daripada pretest . Besaran peningkatan juga ditunjukkan oleh mean difference sebesar 38 poin dan effect size Cohen’s dz sebesar 3,63, yang mengindikasikan peningkatan dengan magnitude praktis yang kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan discovery learning berbasis praktikum berpotensi mendukung peningkatan keterampilan berpikir analitis peserta didik dalam pembelajaran IPAS. Namun, karena penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen satu kelompok tanpa kelas kontrol, jumlah sampel terbatas, dan memungkinkan adanya testing effect, hasil penelitian perlu ditafsirkan secara hati-hati. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan kelompok kontrol dan sampel yang lebih luas
Copyrights © 2026