Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di sekolah dasar memerlukan model pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara aktif sehingga memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan model Role Playing dalam pembelajaran PPKn, respons siswa terhadap penerapannya, serta dampak dan kendala yang muncul selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada Tahun Pelajaran 2025/2026 di kelas III SD Negeri Cengklik Surakarta dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru kelas III, dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Role Playing memperoleh respons positif dari siswa, meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Penerapan model ini juga menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan waktu, persiapan skenario pembelajaran, dan perbedaan karakter siswa. Berdasarkan temuan tersebut, penggunaan model Role Playing mendukung terciptanya pembelajaran PPKn yang lebih aktif, menarik, dan berpusat pada siswa. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru sekolah dasar dalam memilih model pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif siswa pada pembelajaran PPKn.
Copyrights © 2026