Aplikasi Alfagift merupakan platform e-commerce retail yang memfasilitasi pengguna dalam pemenuhan kebutuhan harian. Namun, observasi awal menemukan adanya 14 titik anomali redundansi desain pada komponen informasi dan alur operasionalnya, khususnya pada fitur Category dan fitur Keranjang Belanja (Basket). Redundansi tersebut berpotensi menurunkan efisiensi interaksi serta meningkatkan beban kerja mental pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penerapan pola desain Eliminating Redundancy terhadap metrik usability dan beban kognitif pengguna melalui pendekatan kuantitatif eksperimental Within-Subjects Design dengan teknik counterbalancing untuk mengeliminasi order effects. Prototipe antarmuka asli (control) dan antarmuka modifikasi (treatment) diuji secara unmoderated kepada 30 responden non-user per fitur melalui platform Useberry. Pengukuran dilakukan menggunakan metrik Time on Task (ToT), Task Success Rate (TSR), kuesioner System Usability Scale (SUS), dan kuesioner NASA-Task Load Index (NASA-TLX). Data mentah dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji Paired Samples T-test pada Microsoft Excel dengan taraf nyata α = 0,05. Hasil analisis data menunjukkan bahwa modifikasi desain berbasis eliminasi redundansi secara signifikan meningkatkan efisiensi waktu pengerjaan dan kepuasan pengguna, sekaligus memangkas indeks beban kognitif global secara nyata ( < 0.001). Dengan demikian, implementasi pola desain Eliminating Redundancy terbukti valid secara ilmiah dalam mengoptimalkan kualitas pengalaman pengguna (user experience) pada aplikasi perangkat bergerak.
Copyrights © 2026