Aplikasi Mobile JKN dikembangkan BPJS Kesehatan sebagai platform transformasi layanan kesehatan publik Indonesia. Meskipun telah diunduh lebih dari 50 juta kali, evaluasi usabilitas penelitian sebelumnya menunjukkan skor rata-rata hanya 60,9/100 (grade F) dengan dimensi kebaruan terendah, mengindikasikan adanya kesenjangan antara ekspektasi Generasi Z dan kondisi aktual aplikasi. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat Generasi Z (lahir 1997–2012) menggunakan Mobile JKN melalui model Modified UTAUT2 yang diperluas dengan variabel trust of the internet dan trust of the government. Pendekatan kuantitatif dengan PLS-SEM digunakan, dengan data dari 399 responden Generasi Z melalui kuesioner daring dan wawancara mendalam lima informan. Dari sembilan variabel yang diuji, empat terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap behavioral intention: performance expectancy (t=2,044; p=0,041), facilitating conditions (t=3,244; p=0,001), habit (t=3,221; p=0,001), dan trust of the government (t=3,211; p=0,001). Use behavior dipengaruhi oleh habit (t=4,222; p=0,000) dan behavioral intention (t=6,268; p=0,000). Berdasarkan temuan ini, dirumuskan delapan strategi rekomendasi peningkatan adopsi Mobile JKN.
Copyrights © 2026