Ketergantungan Motiv Coffee pada marketplace eksternal dengan komisi hingga 15% mendorong pengembangan platform e-commerce internal yang mampu melayani segmen Business-to-Consumer (B2C) dan Business-to-Business (B2B). Penelitian ini menganalisis perbandingan kinerja teknis dan pengalaman pengguna antara dua arsitektur platform: Progressive Web App (PWA) dan Website Konvensional, yang dibangun menggunakan framework Next.js dan basis data PostgreSQL. Pendekatan analitik-komparatif dengan metode campuran diterapkan; pengujian kinerja teknis dilakukan dengan 10 iterasi untuk RAM dan transfer data serta 20 iterasi untuk Google Lighthouse, sedangkan pengujian pengalaman pengguna melibatkan 12 partisipan (10 B2C, 2 B2B) menggunakan System Usability Scale (SUS) dan pencatatan waktu penyelesaian tugas. Pengujian hipotesis menggunakan Mann-Whitney U Test, Independent Sample T-Test berdasarkan verifikasi normalitas Shapiro-Wilk, dan Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan PWA unggul dalam efisiensi RAM (selisih median 3.406 KB, p=0,0342), kecepatan muat repeat visit (626 ms vs 1.140 ms, p=0,0140), dan efisiensi tugas (47,5% lebih cepat, p=0,0008). Website Konvensional lebih unggul pada first visit LCP (74,75 ms, p=0,0047) dan efisiensi data (p=0,0000). Tidak ada perbedaan signifikan pada efektivitas (p=0,8298) dan kepuasan (p=0,6028); kedua platform mencapai "Best Imaginable" SUS (Website Konvensional: 93,33; PWA: 94,58). PWA direkomendasikan sebagai pilihan optimal, khususnya untuk penggunaan berulang B2B.
Copyrights © 2026