Keterbatasan finansial dan waktu menyebabkan tidak seluruh masyarakat dapat memenuhi kebutuhan berbuka puasa secara optimal selama bulan Ramadan. Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan kegiatan berbagi takjil sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan dan penguatan kepedulian sosial. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal dalam pelaksanaan program berbagi takjil di Kecamatan Waru. Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) dengan mengoptimalkan aset dan sumber daya yang dimiliki masyarakat sebagai dasar perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa program berbagi takjil berhasil meningkatkan kepedulian dan solidaritas sosial masyarakat, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya aksi kolektif, serta mendorong terbentuknya jaringan sosial baru antarmasyarakat. Dengan demikian, program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang efektif dalam memperkuat pemberdayaan, solidaritas sosial, dan keberlanjutan partisipasi masyarakat selama bulan Ramadan.
Copyrights © 2025