AbstrakSesuai dengan usia kehamilan, kebutuhan nutrisi ibu hamil bertambah setiap hari. Proses perkembangan tubuh dan otak yang paling penting terjadi selama 1000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak pembuahan hingga usia dua tahun. Kekurangan gizi pada anak yang berkelanjutan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang disebut stunting. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan kader tentang konsep Isi Piringku sebagai upaya pencegahan stunting pada ibu hamil. Metode yang digunakan adalah penyediaan pendidikan melalui media modul dan demonstrasi pembuatan makanan isi piringku untuk ibu hamil. Kuesioner tingkat pengetahuan berupa pre-post test digunakan sebagai media evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa skor rata-rata benar ≤ 60% pengetahuan kader sebelum penyuluhan adalah 60%, sedangkan setelah edukasi, skor rata-rata benar ≥ 90% sebanyak 40% dan skor 70-80 sebanyak 50%. Kegiatan pengabdian kepada masayarakat ini meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan disarankan adanya pendampingan berkala agar program pemberdayaan ini dapat berjalan dengan optimal. Kata kunci: ibu hamil; isi piringku; kader posyandu; pangan lokal AbstractAs pregnancy progresses, the nutritional needs of pregnant women increase daily. The most critical processes of body and brain development occur during the first 1000 days of life, from conception to age two. Chronic malnutrition in children can lead to growth and development disorders called stunting. This community service aims to increase cadre’s knowledge about Isi Piringku to prevent stunting in pregnant women. The method provides education through modules and demonstrations on making "Isi Piringku" meals for pregnant women. A knowledge level questionnaire in the form of a pre-post test was used as an evaluation tool. The results show that the average correct score for cadres' knowledge before the counselling was ≤ 60%, with an average score of 60%, while after the education, 40% had an average correct score ≥ 90% and 50% had a score of 70-80. This community service activity increased the knowledge of posyandu cadres, and regularly scheduled assistance is recommended to ensure the optimal implementation of this empowerment program. Keywords: pregnant women; isi piringku; posyandu cadres; local food
Copyrights © 2026