Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Telekonsultasi Dalam Rangka Pemutusan Rantai Penularan Covid-19 di Kota Bengkulu Dessy Triana, M. Biomed; Hardiansyah Hardiansyah; Sri Yunita; Miftahul Haniyah; Enny Nugraheni Sulistiyorini; Riry Ambarsarie; Rizkianti Anggraini; Elvira Yunita; Mardhatillah Sariyanti
DHARMA RAFLESIA Vol 19, No 2 (2021): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v19i2.18373

Abstract

Coronavirus Disease-19 (Covid-19) is a disease that has become a global epidemic.  The World Health Organization (WHO) has declared Covid-19 a pandemic. Indonesia declared the status of the Covid-19 disease to be an Emergency Response. Supporting the social distancing, the right strategy is needed to continue implementing health services amid the Covid-19 pandemic. This activity aimed to provide knowledge related to Covid-19 to the community and health consultations and medical advice through applications (teleconsultation) to minimize patients queuing at Health Service Facilities directly. The activity partners were the Indonesian Medical Association (IDI) Bengkulu City Branch, Bengkulu City Health Office, and the Indonesian Red Crescent (BSMI) Bengkulu City Region. The method of this activity was to provide socialization, health consultation and medical advice through applications (teleconsultation) regarding the spread, transmission and prevention of Covid-19 from May 1 to August 31 2020. The number of participants was 41 people from Bengkulu City. The highest number of diseases consulted were acute respiratory infections (38.7%.) and Covid-19 independent protocol consultation (31.58%.) Teleconsultation can be continued and developed into a patentable application. Application development is indispensable in responding to the challenges of the health world in the digital era.
Kombinasi Akupresur dan Jahe Terhadap Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimster 1 di Puskemas BP Nauli Damayanti Damayanti; Rini Mustikasari Kurnia Pratama; Nurul Aryastuti; Sri Yunita; Dwi Puspita Sari
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 14 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v14i1.2026.1128

Abstract

Hamil memberikan perubahan pada tubuh ibu baik secara fisiologis maupun psikologis. Emesis gravidarum merupakan ketidaknyamanan yang muncul sebagai salah satu dampak perubahan ritme produksi hormon, terutama hormon reproduksi yang meningkat diawal kehamilan.  Terapi non farmakologis merupakan pilihan terbaik pada kondisi kehamilan. Akupresur dan jahe terbukti efektif masing-masing dapat mengurangi keluhan mual muntah pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh yang diberikan dari kombinasi akupresur dan jahe pada kasus emesis gravidarum berat dilihat dari frekuensi dan derajat emesis. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatam one group pretest-posttest design . Sampel diambil menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 45 ibu hamil trimester 1dengan emesis gravidarum grade 1 dan grade 2. Hasil penelitia memperlihatkan ada pengaruh signifikan pemberian pijat akupresur dan jahe pada frekuensi emesis p = 0,007 dengan rata-rata ibu sebelum dilakukan intervensi yaitu sebanyak 6,9 kali dan setelah dilakukan pemberian akupresur-jahe selama 5 hari rata-rata frekuensi emesis menurun menjadi 4,5 kali . Level grade emesis ibu mengalami pengaruh signifikan p = 0,001 yang sebelumnya ibu dengan emesis grade 2 (sedang) 57,8% menurun menjadi 37,8%.
Pemberdayaan kader posyandu untuk cegah stunting melalui edukasi isi piringku berbasis pangan lokal Sri Yunita; Joyeti Darni; Retno Wahyuningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.34596

Abstract

AbstrakSesuai dengan usia kehamilan, kebutuhan nutrisi ibu hamil bertambah setiap hari. Proses perkembangan tubuh dan otak yang paling penting terjadi selama 1000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak pembuahan hingga usia dua tahun. Kekurangan gizi pada anak yang berkelanjutan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang disebut stunting. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan kader tentang konsep Isi Piringku sebagai upaya pencegahan stunting pada ibu hamil. Metode yang digunakan adalah penyediaan pendidikan melalui media modul dan demonstrasi pembuatan makanan isi piringku untuk ibu hamil. Kuesioner tingkat pengetahuan berupa pre-post test digunakan sebagai media evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa skor rata-rata benar ≤ 60% pengetahuan kader sebelum penyuluhan adalah 60%, sedangkan setelah edukasi, skor rata-rata benar ≥ 90% sebanyak 40% dan skor 70-80 sebanyak 50%. Kegiatan pengabdian kepada masayarakat ini meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan disarankan adanya pendampingan berkala agar program pemberdayaan ini dapat berjalan dengan optimal. Kata kunci: ibu hamil; isi piringku; kader posyandu; pangan lokal AbstractAs pregnancy progresses, the nutritional needs of pregnant women increase daily. The most critical processes of body and brain development occur during the first 1000 days of life, from conception to age two. Chronic malnutrition in children can lead to growth and development disorders called stunting. This community service aims to increase cadre’s knowledge about Isi Piringku to prevent stunting in pregnant women. The method provides education through modules and demonstrations on making "Isi Piringku" meals for pregnant women. A knowledge level questionnaire in the form of a pre-post test was used as an evaluation tool. The results show that the average correct score for cadres' knowledge before the counselling was ≤ 60%, with an average score of 60%, while after the education, 40% had an average correct score ≥ 90% and 50% had a score of 70-80. This community service activity increased the knowledge of posyandu cadres, and regularly scheduled assistance is recommended to ensure the optimal implementation of this empowerment program. Keywords: pregnant women; isi piringku; posyandu cadres; local food