Studi ini menganalisis safari politik mantan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ke Provinsi Lampung pada Juni 2026, yang dilakukan bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dengan menggunakan kerangka strukturasi Vincent Mosco dalam ekonomi politik komunikasi. Dengan metode penelitian pustaka kualitatif, studi ini menelaah teori Mosco dan pemberitaan media kontemporer mengenai peristiwa tersebut sebagai sumber sekunder. Analisis isi kualitatif diterapkan untuk mengungkap bagaimana aktor politik, institusi, dan struktur sosial berinteraksi. Hasil menunjukkan bahwa safari Jokowi bertujuan menghidupkan kembali kerangka mobilisasi massa yang ia bangun saat menjabat, tetapi upaya ini dibatasi oleh hilangnya otoritas formal negara setelah ia tidak lagi menjadi presiden. Dalam konteks ini, lembaga adat lokal dan media massa muncul sebagai sumber daya penstruktur alternatif yang menghasilkan legitimasi simbolik terlihat dari pemberian gelar adat dan berulangnya penggunaan lambang gajah milik partai. Respons publik yang beragam terhadap safari tersebut menegaskan adanya perundingan ulang kekuasaan yang terus berlangsung di antara agen politik, organisasi partai, dan struktur sosial menjelang pemilihan umum 2029.
Copyrights © 2026