Penelitian ini membahas kepelatihan Subangkit dan perannya terhadap perkembangan prestasi Persekabpas Pasuruan pada tahun 2003–2006. Subangkit dikenal sebagai pelatih yang berhasil membangun tim Persekabpas melalui pola kepelatihan yang terstruktur, dengan memadukan potensi pemain lokal dan pemain berpengalaman. Di bawah kepelatihannya, Persekabpas mengalami perkembangan prestasi yang signifikan dalam kompetisi nasional Indonesia, mulai dari menjuarai Divisi II Liga Indonesia pada tahun 2003, promosi ke Divisi I dan Divisi Utama, hingga mencapai babak semifinal Divisi Utama pada tahun 2006. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepelatihan Subangkit dalam membangun tim serta mendeskripsikan perkembangan prestasi Persekabpas Pasuruan dalam kompetisi nasional tahun 2003–2006. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber penelitian diperoleh dari arsip, surat kabar, media daring, serta berbagai karya ilmiah yang berkaitan dengan sejarah sepak bola Indonesia dan Persekabpas Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepelatihan Subangkit menjadi faktor kunci dalam keberhasilan Persekabpas, bukan semata-mata ditentukan oleh kualitas pemain. Melalui kepemimpinan dan pola pembinaan yang diterapkan Subangkit, Persekabpas mampu berkembang dari klub Divisi II menjadi tim yang bersaing di tingkat tertinggi sepak bola Indonesia. Pencapaian semifinal Divisi Utama tahun 2006 menjadi prestasi tertinggi Persekabpas pada periode tersebut, sekaligus menegaskan pentingnya peran kepelatihan Subangkit dalam perkembangan prestasi Persekabpas serta menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Pasuruan.
Copyrights © 2026