Posisi pengelasan 6GR pada sambungan T, Y, dan K banyak digunakan pada struktur lepas pantai, namun sering menimbulkan repair pada root weld akibat desain joint yang kompleks dan ketidaktepatan fit-up sehingga terjadi lack of root penetration. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ukuran root gap 3 mm dan 4 mm serta jenis kampuh single bevel dan kampuh J pada pengelasan SMAW-FCAW beda ketebalan terhadap hasil radiography test, sifat mekanik, dan struktur mikro. Hasil radiografi menunjukkan root gap 4 mm tidak menghasilkan cacat internal, sedangkan root gap 3 mm menunjukkan cacat slag inclusion. Uji Two-Way ANOVA menunjukkan variasi gap dan jenis kampuh tidak berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik karena seluruh spesimen patah pada base metal. Uji bending menunjukkan indikasi open discontinuity lebih banyak pada gap 3 mm, namun seluruh spesimen memenuhi kriteria AWS D1.1. Pengamatan makro menunjukkan kampuh J menghasilkan area HAZ rata-rata terbesar, sedangkan struktur mikro menunjukkan variasi sebaran ferrite, pearlite, dan acicular ferrite akibat peningkatan heat input.
Copyrights © 2026