Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak metanol kulit batang gandaria (Bouea macrophylla Griff.) menggunakan dua metode pengujian, yaitu DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) dan ABTS (2,2′-azinobis(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)). Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut metanol. Aktivitas antioksidan ditentukan berdasarkan nilai IC50, yaitu konsentrasi yang diperlukan untuk meredam 50% radikal bebas. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 12,259 ± 0,232 ppm untuk metode DPPH dan 15,831 ± 1,550 ppm untuk metode ABTS. Nilai IC50 yang lebih rendah pada metode DPPH menunjukkan bahwa ekstrak memiliki kemampuan yang lebih tinggi dalam menangkap radikal bebas pada metode tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa kulit batang gandaria berpotensi sebagai sumber antioksidan alami yang efektif dengan kemampuan merangkal radikal bebas DPPH dan ABTS sangat kuat.
Copyrights © 2025