Rendahnya keterampilan proses sains peserta didik dalam pembelajaran IPA menunjukkan perlu adanya penerapan model pembelajaran yang mampu melibatkan peserta didik secara aktif melalui pengalaman langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan proses sains peserta didik serta keterlaksanaan pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi campuran homogen dan heterogen di tingkat SMP, dengan indikator keterampilan proses sains dasar seperti, mengamati, mengklasifikasi, memprediksi, mengukur, menginferensi, dan mengomunikasikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest posttest. Sampel penelitian ini terdiri atas 30 peserta didik kelas VIII-A SMP Negeri 39 Surabaya yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan proses sains dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains peserta didik mengalami peningkatan yang ditunjukkan oleh rata-rata nilai pretest sebesar 44,2 meningkat menjadi 73,4 pada posttest dengan nilai N-Gain sebesar 0,54 yang termasuk kategori sedang dan nilai effect size (cohend’s d) sebesar 2,91 yang termasuk dalam kategori sangat besar. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing memperoleh persentase rata-rata sebesar 99,5% dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing berpotensi mendukung peningkatan keterampilan proses sains pada materi campuran homogen dan heterogen. Model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPA untuk meningkatkan keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir ilmiah peserta didik.
Copyrights © 2026