Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi coping stress yang digunakan oleh mahasiswi dalam menyelesaikan pendidikan tinggi setelah menikah, faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas strategi coping, serta kontribusi dukungan dari keluarga dan lingkungan akademik dalam mengatasi stres. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden penelitian adalah seorang mahasiswi yang sudah menikah, sementara informan terdiri dari suami, ibu mertua, dan teman sekelas. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mengalami stres akibat tuntutan peran sebagai mahasiswi, istri, dan ibu, sehingga menyebabkan kesulitan dalam mengatur waktu antara tanggung jawab akademik dan keluarga. Untuk menghadapi stres tersebut, responden menggunakan strategi problem-focused coping melalui pengaturan waktu, penentuan prioritas, menyelesaikan masalah secara bertahap, serta meminta bantuan dari orang terdekat. Selain itu, responden juga menggunakan emotion-focused coping melalui cara berpikir positif, pengendalian emosi, penerimaan diri, mencari dukungan emosional, serta meningkatkan aktivitas ibadah. Keberhasilan strategi coping didukung oleh motivasi pribadi serta dukungan social dari suami, keluarga, dan teman-teman. Oleh karena itu, kombinasi problem-focused coping dan emotion-focused coping sangat membantu responden dalam mengelola stres dan melanjutkan pendidikan demi mencapai tujuan akademiknya.
Copyrights © 2026