Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING (Studi Deskriptif-Korelasional di SMA N 4 Padangsidimpuan) Erlina Harahap
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2017): Ristekdik : Jurnal Bimbingan Dan Konseling, Januari - Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.654 KB)

Abstract

Keberhasilan siswa dalam belajar dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktor tersebut adalah motivasi belajar, baik secara internal maupun eksternal. Dalam hal ini berarti motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh dorongan dari dalam diri siswa dan luar diri siswa seperti keluarga. Orangtua perlu menciptakan keluarga yang harmonis yaitu keluarga sakinah, mawaddah, dan warrahmah yaitu adanya rasa mengasihi dan menyayangi serta rasa cinta di dalam keluarga sehingga tercipta kedamaian dan ketentraman di dalam keluarga. Kenyataannya sering terjadi masalah dalam keluarga seperti pertengkaran, orangtua kurang memperdulikan anak, bahkan memukul anak. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan keharmonisan keluarga siswa, mendeskripsikan motivasi belajar siswa, menguji hubungan antara keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar siswa di SMA N  4 Padangsidimpuan serta implikasinya terhadap bimbingan dan konseling. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional mendeskripsikan tentang hubungan keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar siswa. Data dianalisis dengan teknik statistik persentase dan melihat hubungan keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar siswa digunakan teknik pearson product moment correlation melalui program statistik SPSS for windows release 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) deskripsi keharmonisan keluarga siswa sebesar 75,69% berada pada kategori cukup(2) deskripsi motivasi belajar siswa sebesar 70,99% berada pada kategori cukup (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar siswa SMA N 4 Padangsidimpuan dengan r hitung sebesar 0,648 pada taraf signifikansi 0,01. Implikasinya terhadap bimbingan dan konseling adalah perlunya mengoptimalkan layanan bimbingan dan konseling di sekolah serta guru BK kreatif dan inovatif menyelenggarakan layanan bimbingan kelompok secara teratur dan terprogram dalam meningkatkan motivasi belajar siswa
DAMPAK PSIKOLOGIS SISWA KORBAN BULLYING DI SMA NEGERI 1 BARUMUN Erlina Harahap; Nor Mita Ika Saputri
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 1 (2019): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-JUNI 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.142 KB) | DOI: 10.31604/ristekdik.v4i1.68-75

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the psychological impact of victims of bullying on students of SMA Negeri 1 Barumun. Respondents in this study were two people who were taken purposively by criteria: a) women / men victims of bullying, b) class X da XI. Informants in this study were parents, teachers and one friend of each research respondent. This research method is qualitative with a phenomenological approach. Data collection techniques are carried out by observation, interviews, and documentation. Phenomenology data analysis stages are: 1) data organization, 2) coding and analysis, 3) testing of guesses, 4) important things as analysis strategies. The results of the study are: 1) the forms of bullying experienced by the subject in school are the three forms of bullying namely physical, verbal, and psychological bullying; 2) factors that cause students to be bullied, which tend to be due to students who are physically small and weak, students who lack confidence, are difficult to adjust to the environment, and are considered unattractive in adolescents such as students with brown skin, curly hair, and others; 3) bullying in schools has an impact that can hinder the development of students at school, victims of bullying are afraid and then withdraw from their classmates, become passive and feel less focused on participating in classroom teaching and learning activities. Keywords: psychological impact, bullying Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak psikologis korban bullying pada siswa SMA Negeri 1 Barumun. Responden dalam penelitian ini adalah dua orang yang diambil secara purposive dengan kriteria : a) perempuan/laki-laki korban bullying, b) kelas X da XI. Informan dalam penelitian ini adalah orangtua, guru dan satu orang teman dari setiap responden penelitian. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan analisis data fenomenologi adalah : 1) organisasi data, 2) koding dan analisis, 3) pengujian terhadap dugaan, 4) hal-hal penting sebagai strategi analisis. Hasil penelitian adalah: 1) bentuk bullying yang dialami subjek di sekolah adalah ketiga bentuk bullying yaitu bullying fisik, verbal, dan psikologis; 2) faktor yang menyebabkan siswa dibully yaitu cenderung dikarenakan adanya siswa yang mempunyai fisik kecil dan lemah, siswa yang kurang percaya diri, susah menyesuaikan dengan lingkungan, dan dianggap tidak menarik di lingkungan usia remaja seperti siswa yang mempunyai kulit sawo matang, rambut ikal, dan lain sebagainya; 3) bullying di sekolah mempunyai dampak yang dapat menghambat perkembangan siswa di sekolah, korban bullying merasa takut lalu menarik diri dari teman-teman di kelas nya, menjadi pasif dan merasa kurang fokus mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas. Kata kunci : dampak psikologis, bullying
KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI SEBAGAI SOLUSI PENGENTASAN KONFLIK HUBUNGAN ORANGTUA DENGAN REMAJA DI SMK N 2 PADANGSIDIMPUAN Erlina Harahap; vitria Larseman Dela; Feni Yolanda
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2020): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2020.v5i2.211-217

Abstract

Komunikasi merupakan hal yang sangat penting salah satunya adalah mengkomunikasikan konflik dengan orangtua, ketakutan anak mengkomunikasikannya dengan orangtua takut dicap melawan orangtua menjadikan konflik mendalam karena hal ini berkaitan dengan perasaan. Semakin baik komunikasi keluarga, semakin jarang remaja melakukan kenakalan. Remaja yang sering memiliki konflik tak terselesaikan dengan orang tuanya berada pada resiko yang tinggi untuk melakukan kenakalan. Adanya konflik di dalam keluarga membuat remaja kehilangan pengalaman personalnya yang penuh cinta dan adanya tempat bernaung. Konflik terjadi ketika kedua belah pihak mengalami ketidaksepakatan mengenai suatu hal. Ketika komunikasi dan solusi konflik dilihat sebagai sebuah masalah, maka kita harus merujuk pada adanya masalah di dalam hubungan antar pribadinya. Kemampuan untuk menyelesaikan konflik dan menemukan solusi sangat penting bagi semua tahapan perkembangan manusia khususnya perkembangan remaja karena dapat mengarah pada hubungan yang produktif dan harmonis
KESEHATAN MENTAL REMAJA PUTRI KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA Erlina Harahap; Sukatno Sukatno; Auliya Warzuqni; Nor Mita Ika Saputri
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2021): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2021.v6i2.268-272

Abstract

Perceraian tidak hanya berdampak bagi yang bersangkutan (suami-istri) namun juga melibatkan anak khususnya remaja putri dan beban tersendiri bagi anak sehingga berdampak pada mentalnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesehatan mental remaja putri korban perceraian orang tua. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penyebab perceraian di Desa Kasik Putih Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat disebabkan oleh faktor ekonomi, perselingkuhan yang merambat kepada hal-hal yang lain seperti kekerasan dalam rumah tangga (kdrt). 2) Gangguan kesehatan mental yang di alami oleh remaja putri korban perceraian seperti perasaan dendam, marah juga menyalahi orang tuanya, sedih juga menyalahkan diri sendiri, perasaan tidak disukai, kehilangan rasa aman dan kehangatan, dan bersikap agresif. 3) dampak setelah orang tua bercerai hidupnya berantakan merasa kecewa dan hancur yang paling mendalam adalah putus sekolah tidak bersemangat dalam bersekolah dan merasa minder bila bersama teman-teman. Kesimpulan yang dapat di ambil dari hasil penelitian ini bimbingan. Bimbingan konseling keluarga ini merupakan suatu proses interaktif untuk membantu keluarga dalam mencapai keseimbangan dimana setiap keluarga merasakan kebahagiaan. Konseling keluarga dapat dijadikan salah satu cara atau solusi bijak mengatasi dan memberi solusi dalam permasalah keluarga dan pada dasarnya dapat menekan dan meminimalisir terjadinya gangguan kesehatan mental pada remaja putri korban perceraian. Bagi remaja putri, diharapkan agar mampu mengendalikan diri saat mengahadapi masalah dan merubah pandangan agar lebih positif  dan memperbanyak kegiatan-kegiatan yang baik dan positif untuk diri dan kehidupan serta selalu dan mendekatkan diri kepada sang pencipta yaitu Allah SWT.
ANALISIS JUVENILE DELINQUENCY TERISOLIR Erlina Harahap; Fitri Wardani Hasibuan
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 1 (2022): Pebruari, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v6i1.2022.254-259

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Desa Hulim Kecamatan Sosopan diantaranya semakin beragamnya kenakalan remaja, remaja senang hidup berkelompok melakukan hal-hal yang diluar batas normal misalnya mabuk, mencuri, narkoba, seks bebas, dan biasanya remaja tersebut berasal dari luar desa dan meresahkan masyarakat sekitar. Hal yang relevan untuk memahami mengapa seseorang melakukan perilaku nakal sedangkan ia mengetahui apa yang dilakukannya melanggar aturan. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor penyebab terjadinya juvenile delinkuensi terisolir di Desa Hulim Kecamatan Sosopan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan triangulasi, analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif  lebih menekankan makna dari pada generalisasi.  Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan cara nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan pertimbangan atau kriteria remaja usia 12-18 tahun dan remaja yang tinggal di Desa Hulim. Responden penelitian sebanyak 10 orang.  Adapun informan penelitian ini adalah adalah kepala lingkungan, tokoh masyarakat/orangtua. Sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan mengoptimalkan peran orangtua melalui pola asuh yang baik bagi remaja, peran tokoh masyarakat, guru dalam membimbing dan memberi wawasan kepada remaja supaya tidak salah dalam berperilaku. Kata kunci: Juvenile Deliquncy, Remaja, Terisolir
Lawan Bullying dengan Teknik Konseling Asertif (Labu Detektif) di SMA Negeri 1 Barumun Nor Mita Ika Saputri; Erlina Harahap; Khairul Amri
COMSEP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): COMSEP : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.709 KB) | DOI: 10.54951/comsep.v1i1.18

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berupa penyuluhan tentang melawan bullying di sekolah dengan melatih siswa tentang pelatihan teknik konseling asertif. Pengabdian ini dilakukan selama dua bulan mulai juli sampai agustus 2018. Pengabdian ini akan bermanfaat bagi para siswa untuk melawan kasus bullying yang mereka alami di sekolah. Materi yang disampaikan mencakup: a) pengertian bullying; b) Jenis-jenis bullying; c) faktor penyebab bullying; d) dampak bullying ; e) orang-orang yang berpotensi menjadi pelaku dan korban bullying; f) konseling asertif ; g) metode role playing; h) praktek/simulasi teknik konseling asertif. Hasil kegiatan psikoedukasi ini adalah: 1) lebih dari 80% peserta/siswa memahami bullying dengan skor lebih dari 7. Pengabdian kepada masyarakat khususnya dengan sasaran siswa/siswi kelas X Mia 1 dan XI Mia 1 mencapai target; 2) lebih dari 75% peserta/siswa mampu mempraktikan teknik asertivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di SMA Negeri 1 Barumun telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa tentang melawan bullying dengan teknik konseling asertif.
DUKUNGAN KELUARGA DAN KEMANDIRIAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 11 PADANGSIDEMPUAN Nurhasanah Pardede; Erlina Harahap; Sukatno Sukatno; Ulfa Daiyana Dalimunthe; Harun Arrasyd
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2022): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - Juli-Desember 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2022.v7i2.262-267

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai adalah : (1) Untuk mengetahui tingkat pembukaan diri siswa diberikan layanan bimbingan kelompok pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (2) Untuk mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan pembukaan diri siswa. Metode penelitian yang digunakan True experimental design dengan bentuk preetest-posttest Control Group Design. Dengan sampal kelompok eksperimen yaitu VIII – 2 sebanyak 10 siswa dan kontrol yaitu kelas VIII – 3 sebanyak 10 siswa sehingga jumlah sampel 20 siswa.Hasil temuan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terhadap peningkatan yang signifikan antara hasil preetest kontrol dan posttest eksperimen. Rata-rata variabel pengendalian perkembangan emosi siswa sebesar 143.5000 (Posttest eksperimen) sedangkan kelas kontrol 141.1000 (Posttest kontrol) ini terlihat perbedaan yang sangat signifikan.Hasil pengelolaan data, menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan pembukaan diri siswa SMP Negeri 1 Sipirok.
MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DI MASA NEW NORMAL Erlina Harahap; Asmaryadi Asmaryadi; Ika Yuspita
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i1.55-60

Abstract

Blended learning juga sebagai sebuah kombinasi pengajaran face to face dan pengajaran online, tapi lebih dari itu sebagai elemen interaksi sosial. Manfaat pembelajaran blended learning dalam dunia pendidikan adalah memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran. Siswa tidak perlu mengadakan perjalanan menuju tempat pelajaran disampaikan, e-learning bisa dilakukan dari mana, kapan saja asalkan memiliki akses ke Internet. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui motivasi belajar siswa pada pembelajaran blended learning di masa new normal. Jenis penelitian ini menggunakan metode survey. Penelitian survey sangat cocok digunakan dalam mengungkap motivasi siswa dalam pembelajaran daring. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa aktif di SMA Negeri 1 Siabu yang berjumlah 50 orang siswa yang mendapatkan pembelajaran daring dan luring selama masa new normal. Instrumen menggunakan data survey dalam bentuk kuisioner yang dibuat dalam google form agar mudah di akses oleh siswa. Survey yang dibuat bertujuan untuk mengungkap secara detail tentang motivasi siswa dalam pembelajaran blended learning. Berdasarkan hasil analisis motivasi siswa terhadap pembelajaran blended learning selama masa new normal diperoleh rata-rata skor presentase keseluruhan adalah 73,33% dengan kategori cukup, sehingga dapat diartikan bahwa siswa SMA Negeri 1 Siabu memiliki motivasi yang sedang terhadap pembelajaran  blended learning. Simpulan mengungkapkan indikator motivasi belajar seperti konsentrasi, rasa ingin tahu, semangat, kemandirian, kesiapan, pengendalian diri, percaya diri menunjukkan kriteria yang cukup baik hal ini dapat dikatakan bahwa di tengah pandemik covid-19 yang melanda dunia tidak menjadi alasan walaupun dalam pelaksanaannya terdapat keterbatasan. Kondisi pandemi ini teknologi menjadi jembatan dalam mentransfer ilmu pengetahuan dari guru ke siswa.
HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN DIRI DENGAN PENERIMAAN TEMAN SEBAYA PADA MASA PUBERTAS DI SMP NEGERI 2 KOTANOPAN Nurhasanah Pardede; Erlina Harahap; Rahmayanti Rahmayanti
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET-JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i2.299-304

Abstract

Kebiasaan yang berbeda dari tiap remaja mengakibatkan mereka sulit untuk menyesuaiakan diri dengan teman sebayanya terutama di kelas. Remaja akan sulit menerima kebiasaan yang berbeda dari kebiasaanya contohnya: belajar, cara berkomunikasi, interaksi, dengan orang lain, bagaimana ia berpakaian atau berpenampilan, bagaimana ia menjaga kebersihan dan kesehatan dan mengenai  kedisiplinan yang ia lakukan sebelumnya. Menurut beberapa remaja hal tersebut di atas menjadi acuan mereka dalam melihat apakah siswa itu mampu menyesuaikan diri atau tidak. Jika siswa memiliki kemampuan yang baik dalam beberapa hal tersebut maka ia termasuk siswa yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang tinggi tapi sebaliknya, jika ia tidak memiliki kemampuan tersebut maka kemampuan dalam menyesuaiakan diri siswa tersebut rendah. Tujuan penelitian yang akan dicapai dalam penelitian adalah untuk mengetahui Penyesuaian diri Remaja, untuk mengetahui Penerimaan Teman Sebaya Pada Masa Pubertas, dan untuk mengetahui hubungan antara Penyesuaian diri dengan Penerimaan teman sebaya pada masa pubertas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian korelasional.
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING (STUDI DESKRIPTIF-KUALITATIF DI AEK GALOGA DESA PIDOLI) Erlina Harahap; Fatya Mawaddah; Anggi Putri Annisa; Asrul Fadli; Aswin Harahap; Endang Agustina
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.459-466

Abstract

Pengetahuan yang kurang dapat mempengaruhi informasi ibu tentang stunting itu sendiri sehingga dapat memicu pertumbuhan stunting pada balita. Sedangkan sikap ibu berkaitan dengan pengetahuan tentang suatu objek. Semakin banyak aspek positif dari objek yang maka akan menimbulkan sikap positif terhadap objek tertentu dalam hal ini sikap terhadap stunting itu sendiri. Berdasarkan data yang di peroleh dari Puskesmas Panyabungan Jae di bulan Oktober 2022 khususnya di lokasi dusun Aek Galoga berjumlah 26 balita yang masuk daftar balita stunting. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sejauhmana pengetahuan dan sikap ibu terhadap kejadian stunting di dusun Aek Galoga Desa Pidoli. Manfaat penelitian dapat digunakan posyandu, maupun puskesmas dalam menurunkan angka balita stunting di dusun Aek Galoga Desa Pidoli. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria responden yang dipilih adalah keluarga yang memiliki balita stunting usia 0 bulan sampai 3 tahun sebanyak 10 keluarga. Sedangkan informan sebanyak 3 orang yang terdiri dari Kepala Desa, Bidan Desa dan Kader Posyandu. Metode penelitian yang diguanakan adalah deskriptif kualitatif. Dalam penelitian kualitatif ini peneliti menggunakan dirinya sendiri sebagai perangkat penelitian, mengupayakan kedekatan dan keakraban antara dirinya dengan obyek dalam menggali kejadian tentang stunting di dusun Aek Galoga. Hasil temuan 1) Minimnya  pengetahuan ibu tentang stunting salah satunya kurangnya informasi tentang stunting itu sendiri 2) Penyebab lain para ibu yang memiliki balita enggan membawa balitanya ke posyandu 3) Bagi sebagian orangtua karena stunting (pendek) itu bukan penyakit melainkan keturunan. Kesimpulannya pengetahuan dan sikap positif ibu tentang kejadian stunting sangat mempengaruhi angka penurunan terhadap balita stunting di dusun Aek Galoga Desa Pidoli.