Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran komunikasi interpersonal dalam efektivitas pengawasan pemilihan umum (Pemilu) yang dilakukan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslih). Komunikasi interpersonal memiliki beberapa indicator penting seperti keterbukaan,empaty, dukungan,dan kesetaraan. penelitian ini menyoroti bagaimana komunikasi interpersonal yang efektif dapat memperkuat hubungan antara Panwaslih dan masyarakat serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaporan pelanggaran selama pemilu. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa keterbukaan, empati, dan kejelasan komunikasi menjadi kunci dalam menciptakan hubungan yang produktif antara Panwaslih dan berbagai pihak yang terlibat dalam pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan komunikasi interpersonal di kalangan anggota Panwaslih dapat meningkatkan efektivitas pengawasan dan memperkuat demokrasi melalui pemilu yang lebih transparan dan akuntabel
Copyrights © 2026