Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR (P3A) DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Teguh Budi Prasetya; Arif Kurniar Rakhman; Niken Widyastuti
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 9, No 1 (2022): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v9i1.7339

Abstract

Bagi sektor pertanian, irigasi adalah infrastruktur penunjang yang amat penting, sebab ketersediaan air pertanian amat menentukan produktivitas hasil panen. Namun membebankan pengelolaan irigasi pertnian kepada pemerintah jelas tidak mungkin,  sebab dibandingkan dengan tntngan yang dihadapi tentu kemampuan pemerintah  amatlah tidak memadai.  Oleh karena itu, melalui Undang Undang no 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air pemerintah berusaha membagi peran dengan partisipasi masyarakat. Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) adalah wadah yang disediakan bagi petani untuk ikut berperan aktif dalam pengelolaan rigasi, khususnya irigasi tersier.  Namun dalam pelaksanaannya, P3A sendiri masih banyak menemui masalah, baik yang menyangkut aspek i manajemen, organisasi, sustainabilitas maupun kemampuan teknis pengelolaan irigasinya. Ini berakibat masih rendahnya kinerja P3A. Oleh karena itu penguatan kelembagaan P3A harus terus dilakukan. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi penguatan kelembagaan P3A yang  baik  untuk mendukung optimalisasi peran P3A dalam pengelolaan irigasi pertanian Kata Kunci: kelembagaan, strategi, irigasi
Pola Komunikasi Interpersonal Panwaslih Sebagai Penyelenggara Pemilu Viana Safrida Harahap; Husni Fachri; Subhan AB; Arif Kurniar Rakhman; Agung Pranoto; Al Insan
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2026): Januari: Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/6fyh4z96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran komunikasi interpersonal dalam efektivitas pengawasan pemilihan umum (Pemilu) yang dilakukan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslih). Komunikasi interpersonal memiliki beberapa indicator penting seperti keterbukaan,empaty, dukungan,dan kesetaraan. penelitian ini menyoroti bagaimana komunikasi interpersonal yang efektif dapat memperkuat hubungan antara Panwaslih dan masyarakat serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaporan pelanggaran selama pemilu. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa keterbukaan, empati, dan kejelasan komunikasi menjadi kunci dalam menciptakan hubungan yang produktif antara Panwaslih dan berbagai pihak yang terlibat dalam pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan komunikasi interpersonal di kalangan anggota Panwaslih dapat meningkatkan efektivitas pengawasan dan memperkuat demokrasi melalui pemilu yang lebih transparan dan akuntabel