Keterbatasan sumber pembiayaan pendidikan dan tingginya ketergantungan sekolah terhadap dana pemerintah mendorong kepala sekolah untuk mengembangkan strategi kepemimpinan yang inovatif dalam menjamin keberlanjutan pembiayaan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis praktik Entrepreneurial Financial Leadership kepala sekolah dalam pengembangan pembiayaan pendidikan berkelanjutan di SD Negeri Tembarangan 2 Tapin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, bendahara Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan ketua komite sekolah yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan mereka dalam pengelolaan pembiayaan sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Entrepreneurial Financial Leadership kepala sekolah diwujudkan melalui enam praktik utama. Pertama, diversifikasi sumber pembiayaan dilakukan dengan membangun kemitraan dengan berbagai pihak, mengoptimalkan akses terhadap program bantuan, serta memperluas jejaring dukungan masyarakat. Kedua, efisiensi pengeluaran diterapkan melalui penyusunan skala prioritas, evaluasi kebutuhan secara berkala, dan optimalisasi penggunaan sumber daya yang tersedia. Ketiga, partisipasi komunikasi dikembangkan dengan melibatkan guru, orang tua, komite sekolah, dan komunitas melalui berbagai saluran komunikasi yang terbuka. Keempat, penguatan kemitraan dan jejaring dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung pencapaian tujuan pembiayaan sekolah. Kelima, transparansi dan akuntabilitas diwujudkan melalui pencatatan keuangan yang rinci, pelaporan terbuka, serta penyediaan akses informasi kepada para pemangku kepentingan. Keenam, pengakuan eksternal dipandang sebagai bentuk legitimasi yang mampu meningkatkan kepercayaan publik dan memperluas peluang memperoleh dukungan pembiayaan tambahan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai administrator keuangan, tetapi juga sebagai pemimpin kewirausahaan yang mampu mengidentifikasi peluang, memobilisasi partisipasi, membangun kepercayaan, dan mengembangkan pembiayaan pendidikan yang berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian manajemen pembiayaan pendidikan melalui penguatan konsep Entrepreneurial Financial Leadership dalam konteks sekolah dasar di Indonesia.
Copyrights © 2026