Pembelajaran materi Keragaman Budaya di Indonesiaku pada jenjang sekolah dasar masih sering disampaikan secara konvensional dan berorientasi pada hafalan, sehingga siswa kurang terlatih untuk berpikir kritis terhadap keberagaman budaya di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran pop-up book digital berbasis Figma guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Negeri 3 Bebengan, Kabupaten Kendal. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang terdiri atas kelompok kecil (12 siswa) dan kelompok besar (26 siswa). Data dikumpulkan melalui angket kebutuhan, lembar validasi ahli, angket tanggapan pengguna, serta soal pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan diuji dengan paired sample t-test serta N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memperoleh persentase kelayakan 85% dari ahli media dan 85% dari ahli materi (kategori sangat layak), serta respons guru sebesar 95% (sangat efektif). Uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) pada kedua kelompok uji coba, dengan peningkatan ketuntasan belajar dari 41,66% menjadi 75% pada kelompok kecil dan dari 42,3% menjadi 69% pada kelompok besar. Nilai N-Gain sebesar 0,69 (kelompok kecil) dan 0,56 (kelompok besar) berada pada kategori sedang dengan tingkat efektivitas cukup efektif. Secara praktis, media ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik untuk mengatasi keterbatasan buku teks cetak dalam memvisualisasikan materi keragaman budaya. Disimpulkan bahwa media pop-up book digital layak dan efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi keragaman budaya.
Copyrights © 2026