Perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai sumber informasi digital, namun pada saat yang sama juga memperbesar risiko penyebaran hoaks, disinformasi, dan manipulasi informasi yang dapat memengaruhi kualitas partisipasi demokrasi. Perempuan sebagai pendidik pertama dalam keluarga dan penggerak kehidupan sosial memiliki posisi strategis dalam membangun budaya literasi digital di masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi digital politik perempuan melalui pelatihan pencegahan hoaks guna mendukung demokrasi partisipatif di Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) dengan desain one-group pre-test–post-test. Sebanyak 32 perempuan desa berpartisipasi dalam pelatihan yang dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi identifikasi hoaks, praktik fact-checking, serta refleksi bersama. Data dikumpulkan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri atas sepuluh soal pilihan ganda dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, paired sample t-test, dan ukuran efek (Cohen's d). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman peserta meningkat dari 80,00 pada saat pre-test menjadi 98,12 pada saat post-test. Seluruh indikator literasi digital mengalami peningkatan, terutama kemampuan melakukan verifikasi informasi, mengenali hoaks, serta memahami partisipasi politik perempuan. Hasil paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test (p < 0,001), sedangkan nilai Cohen's d = 2,15 menunjukkan bahwa pelatihan memberikan efek yang sangat besar terhadap peningkatan literasi digital peserta. Kegiatan ini menghasilkan model Penguatan Literasi Digital Politik Perempuan Berbasis Partisipatif yang menempatkan pelatihan partisipatif sebagai sarana membangun kesadaran kritis, keterampilan verifikasi informasi, perilaku bermedia digital yang bertanggung jawab, serta penguatan partisipasi demokrasi dan ketahanan informasi masyarakat desa.
Copyrights © 2026