Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Kegiatan Pelatihan untuk Meningkatkan Kesiapan Petugas Puskesmas Cibeureum dan Salawu di Tasikmalaya Terhadap Penerapan Teknologi UVC dan Teknologi Ozone sebagai Alat Sterilisasi Nundang Busaeri; Nurul Hiron; Prama Permana; Yuldan Faturahman; Nisa Khoerunisa
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2021): December
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v6i2.2436

Abstract

Artikel ini membahas tentang  kegiatan pelatihan untuk peningkatan pengetahuan, penggunaan dan kewaspadaan dalam menggunakan teknologi UV-C dan Ozon sebagai alat atau media sterilisasi. Pelatihan ditujukan kepada petugas kesehatan di Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya dan Puskesmas Salawu di Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah Analisis situasi mitra, Pre-test, edukasi peserta melalui webinar, Post-test dan kesimpulan. Hasil dari pelaksanaan ini adalah penggunaan teknologi UVC dan ozon sebagai media sterilisasi memerlukan pelatihan agar masyarakat yang bekerja dibidang pelayanan kesehatan tidak mendapatkan dampak negatif dari teknologi tersebut. Dengan kuesioner yang terdiri dari tiga dimensi, yaitu pengetahuan umum, utilitas dan kewaspadaan dapat diketahui tingkat pengetahuan peserta dalam kesiapan penerapan teknologi tersebut di lapangan. Meskipun peserta mayoritas adalah pekerja pada pelayanan kesehatan, ternyata teknologi UVC dan Ozon merupakan teknologi yang belum begitu populer pada kalangan petugas kesehatan. Hal ini memberikan makna pentingnya pengenalan dan pelatihan teknologi baru yang dapat digunakan sebagai alat sterilisasi dan disinfektan dari bakteri dan virus, khususnya virus Covid-19
Analisis Wacana Siliwangi dan Pengembangan Ilmu Sosial Relevan Randi Muchariman; Nisa Khoerunisa
Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan Vol 8, No 1 (2022): (Mei) Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.609 KB) | DOI: 10.37058/jipp.v8i1.4189

Abstract

Kajian tentang Siliwangi telah banyak dilakukan namun tidak dalam upaya untuk memberikan satu pengaruh yang penting bagi pengembangan ilmu sosial relevan. Menggunakan analisis wacana yang didasari oleh teori fungsional bahasa, kajian ini telah menunjukan tujuan penggunaan wacana Siliwangi dalam setiap konteks sosial budayanya. Hal ini menjadi dasar penting bagi produksi wacana Siliwangi yang lebih relevan. Analisis terhadap diskursus Siliwangi menunjukan tiga tatanan wacana. Pertama mengenai perdebatan apakah sosok Siliwangi itu ada, siapa dan apa yang telah dilakukannya. Kedua, mengenai proses produksi, distribusi, dan konsumsi wacana Siliwangi untuk tujuan kewibawaan Bupati di masa Kolonial Hindia Belanda. Ketiga, dengan mengaitkan kepada silih asah, silih asih, silih asuh, menjadi konsep yang dipergunakan untuk berbagai kepentingan dengan asumsi sebagai kearifan lokal. Berdasarkan temuan tersebut, tulisan ini ingin menunjukan karakter khas dari diskursus Siliwangi dalam konteks sosial politik Priangan. Kesimpulan dari proses itu adalah sebuah rumusan tentang ontologi manusia sunda yang ditunjukan oleh tatanan wacana Siliwangi serta arah yang memungkinkan dapat dikembangkan dengan penekanan pada analisis ilmu sosial relevan dalam interaksi antara paradigma pra Islam, Islam, dan Barat.
Role of Local Governments in Preventing and Treating Victims of Human Trafficking Faisal Fadilla Noorikhsan; Hilal Ramdhani; Nisa Khoerunisa
Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal) Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal), December
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jap.v12i2.7836

Abstract

This study aims to find the concept of prevention and treatment for citizens related to human trafficking carried out by local governments. Empirically, the problem of human trafficking is a violation of human rights related to the right to personal freedom. The majority of these crimes afflict vulnerable groups, such as women and children. On this basis, this study uses a qualitative approach with a descriptive method. The data in this study were taken using in-depth interviews, observation, and documentation techniques. This study uses a constructivist perspective, which is to build ideas through data so as to produce a complete picture. The results show that the model for preventing and handling human trafficking must be collaborative with the central government and institutions dealing with human trafficking issues at the local level. An important aspect that local governments need to focus on is obtaining valid data on maps of human trafficking problems in their administrative areas. This will support efforts to prevent and handle victims of human trafficking involving government and non-government elements. An important aspect of the model for preventing and dealing with human trafficking is that local governments need to increase public participation in campaigning against human trafficking.  
PENYULUHAN PERDAGANGAN ORANG (HUMAN TRAFFICKING) UNTUK MENCEGAH KASUS TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DI KECAMATAN CIASEM KABUPATEN SUBANG Faisal Fadilla Noorikhsan; Nisa Khoerunisa; Octaviana Helbawanti; Andy Muharry
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 9: February 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i9.4822

Abstract

Upaya pencegahan kasus perdagangan orang dapat melalui kegiatan penyuluhan dengan pengetahuan dan diskusi. Penyuluhan dilakukan pada anggota PKK Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Ciasem menghadapi tantangan kasus perdagangan orang karena adanya laporan orang hilang akibat tawaran kerja di luar kota dan aktivitas diduga perdagangan orang di tempat hiburan malam yang masih belum dapat dibuktikan. Penyuluhan dilakukan pada anggota PKK karena kasus perdagangan orang banyak terjadi pada perempuan, sehingga peran ibu penting dalam memberikan pemahaman ancaman perdagangan orang dalam rumah tangga. Tujuan penyuluhan pada anggota 1) Mitra memahami modus, penyebab, dan dampak perdagangan manusia (human trafficking); 2) Mitra memahami peraturan human trafficking; dan 3) Mitra dapat meningkatkan kepedulian pada sesama manusia dan kewaspadaan untuk mencegah tindakan human trafficking. Penyuluhan materi disertai dengan kegiatan menonton film dengan judul “Whistleblower” agar peserta memahami modus, penyebab, dan dampak perdagangan orang dari kisah nyata di lingkungan sekitar. Hasil evaluasi penyuluhan menunjukkan peserta mampu memahami pengertian perdagangan orang, identifikasi, dan dampak dari materi yang telah diberikan oleh Tim Pengabdian pada Masyarakat.
PENGUATAN 5 PILAR SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Nissa Noor Annashr; Andy Muharry; Neni Neni; Nisa Khoerunisa; Anissa Permata Sari; Novia Utamirazaayusaputri; Nur Andriansyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19342

Abstract

Abstrak: Kelurahan Tamansari merupakan kelurahan yang memiliki kasus stunting di Wilayah kerja Puskesmas Sangkali serta belum dideklarasikan sebagai kelurahan ODF (open defecation free) serta belum dilakukannya pemicuan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) di sana. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait stunting dan STBM, meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menerapkan 5 pilar STBM sebagai langkah pencegahan stunting. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu (1) koordinasi dengan Posyandu Selakaso; (2 ) persiapan instrumen; (3) pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kegiatan pemicuan dengan melakukan demonstrasi mengenai pencemaran air, mapping pencemaran lingkungan oleh feses manusia, sosialisasi, simulasi cuci tangan; dan (4) evaluasi, pengisian kuesioner pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan yang melibatkan 28 peserta menunjukkan terdapat peningkatan skor pengetahuan sebelum diberikan intervensi sebesar 62,04 menjadi 72,92 setelah diberikan intervensi. Terdapat peningkatan proporsi masyarakat yang memiliki pengetahuan baik setelah diberikan sosialisasi, dari 14,8% meningkat menjadi 51,9%. Masyarakat juga menjadi lebih sadar mengenai pentingnya menerapkan 5 pilar STBM dalam rangka mencegah terjadinya stunting.Abstract: Tamansari Village is a village that has cases of stunting in the working area of Sangkali Public Health Center and has not been declared an ODF (open defecation free) village and STBM (Community Based Total Sanitation) has not been triggered there. The aim of this activity was to increase knowledge of community regarding stunting and STBM, increase their awareness of the importance of implementing the 5 pillars of STBM as an effort to prevent stunting. The stages of this community service activity were (1) coordination with Posyandu Selakaso; (2) preparation of instruments; (3) implementation of activities carried out through triggering activities by conducting demonstrations regarding water pollution, mapping of environmental pollution by human feces, socialization, hand washing simulations; and (4) evaluation, filling out pre-test and post-test questionnaires. The results of activities involving 28 participants showed that there was an increase in knowledge scores before being given the intervention from 62.04 to 72.92 after being given the intervention. There was an increase in the proportion of people who had good knowledge after being given socialization, from 14.8% to 51.9%. The public has also become more aware of the importance of implementing the 5 pillars of STBM in order to prevent stunting.
The Determinant Factors of Community Involvement in Becoming a Customer of the Waste Bank in Tamanjaya Village, Tamansari District, Indonesia Nissa Noor Annashr; Andy Muharry; Dadan Yogaswara; Nisa Khoerunisa
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.743-755

Abstract

Tamansari District has the 4th largest waste generation in Tasikmalaya City in 2021, namely 34.93 tons per day. The purpose of this study was to analyze the determinant factor of community involvement in becoming a customer of the Lestari Waste Bank. This research was included in the analytic observational study using a cross sectional design. The population in this study was all households living in RW 13, Tamanjaya Village, totaling 102 people. Sampling using total sampling technique. Therefore, the sample size involved in the study was 102 people. Data collection was carried out through an interview process with a questionnaire instrument. The data analysis consisted of univariate analysis, bivariate analysis using chi-square and fisher's exact tests and multivariate analysis using multiple logistic regression tests. The results showed that education level (p = 0.049; OR = 2.889), knowledge (p = 0.0001; OR = 6.333), attitude (p = 0.0001), socialization (p = 0.012; OR = 4.146), external support (p = 0.0001; OR = 14.074) were proven to be determinant factors for community involvement in becoming customers of the waste bank. The determinant factor most related to community involvement in becoming a customer of the Waste Bank was external support (OR = 8.636).
OPTIMALISASI PERAN KADER, IBU HAMIL DAN IBU MENYUSUI MELALUI PARTICIPATORY HYGIENE AND SANITATION TRANSFORMATION SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Nissa Noor Annashr; Andy Muharry; Dadan Yogaswara; Nisa Khoerunisa; Iis Aisyah; Audry Putri Fasya; Reyhandra Habib Yanuar; Ripal Anwar Awalludin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23607

Abstract

Abstrak: Prevalensi stunting di Kota Tasikmalaya tertinggi ke-9 di Jawa Barat (22,4%), lebih tinggi dari prevalensi stunting di Jawa Barat. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap kader, ibu hamil, ibu menyusui mengenai intervensi stunting melalui perbaikan sanitasi lingkungan, serta meningkatkan keterampilan mereka untuk mengolah makanan sesuai prinsip higiene dan sanitasi makanan. Kegiatan ini dilakukan melalui metode Participatory Hygiene And Sanitation Transformation (PHAST), dengan tahap: (1) persiapan; (2) tahap pelaksanaan dengan pengisian pre-test, penayangan video, brainstorming, penyuluhan, demonstrasi dan (3) evaluasi (pengisian post-test). Total peserta sebanyak 45 orang kader, ibu hamildan ibu menyusui. Hasil brainstorming menunjukkan peserta di wilayah Puskesmas Cihideung mengakui masih banyak masyarakat di sekitar mereka yang sudah memiliki jamban namun membuang limbahnya ke selokan. Peserta di wilayah Puskesmas Tamansari mengakui belum disiplin melakukan CTPS (cuci tangan pakai sabun). Sebelum kegiatan PHAST, rata-rata nilai pengetahuan peserta 10,37 meningkat menjadi 13,83 setelah kegiatan PHAST.Abstract: The prevalence of stunting in Tasikmalaya City was the 9th highest in West Java (22.4%), higher than the prevalence of stunting in West Java. Community service activities aim to increase the knowledge and attitudes of cadres, pregnant women and breastfeeding mothers regarding stunting interventions through improving environmental sanitation, as well as improving their skills in processing food according to the principles of food hygiene and sanitation. This activity was carried out using the Participatory Hygiene And Sanitation Transformation (PHAST) method, with stages: (1) preparation; (2) implementation stage by completing the pre-test, showing videos, brainstorming, counseling, demonstration; and (3) evaluation (filling in the post-test). The total number of participants was 45 people. The results of the brainstorming showed that participants in the Cihideung Public Health Center area admitted that there were still many people around them who already had toilets but threw their waste into the gutter. Participants in the Tamansari Public Health Center area admitted that they had not been disciplined in carrying out CTPS (washing hands with soap). Before the PHAST activity, the mean knowledge score of participants was 10.37, increasing to 13.83 after the PHAST activity.
Relasi Gender Menurut Masyarakat Adat Karuhun Urang (Akur) Sunda Wiwitan di Susuru, Kabupaten Ciamis Khoerunisa, Nisa; Wandani, Rendi
Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan Vol 10, No 1 (2024): (Mei) Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jipp.v10i1.10566

Abstract

Kelompok Masyarakat penganut agama lokal Indonesia tersebar di beberapa wilayah, salah satunya adalah penganut kepercayaan wiwitan. Dalam konteks relasi gender, perempuan dalam kepercayaan sunda wiwitan memiliki posisinya tersendiri dalam kehidupan sosial politiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran gender perempuan penganut kepercayaan karuhunan urang (akur) sunda wiwitan yang berada di Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan studi literatur. Penelitian ini akan menggunakan gender sebagai pisau analisis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini berusaha membedah relasi gender yang terjadi di komunitas Sunda wiwitan. Hasil penelitian ini menemukan konstruksi gender yang pada masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR) Sunda Wiwitan di Dusun Susuru, Kabupaten Ciamis diantara laki-laki Perempuan. Relasi gender terwujud melalui akses perempuan bekerja, pemimpin pemerintahan, kebebasan berpendapat, dan penggunaan pakaian tertentu. Relasi kuasa juga hadir dalam aturan terkait larangan perempuan menjadi Pupuhu Adat dikarenakan stigma bahwa perempuan memang bertugas di dapur meskipun dapat digantikan oleh laki-laki. 
PEMANFAATAN MASTER KOI BOT DALAM PEMASARAN IKAN KOI DENGAN METODE LELANG ONLINE Mustofa, Romy Faisal; Gustaman, Randy Fadilah; Khoerunisa, Nisa; Rosita, Lilis; Marlyono, Setio Galih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 3 (2024): JPMI September 2024
Publisher : CV Bayfa Cendekia Indonesia Bekerjasama dengan Jurusan/Program Studi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jpmi.v2i3.178

Abstract

Marketing Koi fish has become a rapidly growing trend among hobbyists. One effective method in increasing the selling value of Koi fish is through auctions. This article discusses the use of Master Koi Bot, a digital platform that connects Koi fish sellers and buyers, in facilitating the auction process. This approach not only allows sellers to reach a wider audience, but also provides a transparent and secure experience for buyers. By using this technology, marketing koi fish through the auction method can be more efficient and profitable for all parties involved. The main object of this community service focuses on marketing through online auctions through Master Koi Bot ornamental fish products at Bagja Buana and Karyamas business institutions so that they can be utilized by the community in increasing marketing effectiveness. By marketing through online auctions in the Master Koi Bot application, it is hoped that it will save more costs and open up the market widely by utilizing the rapid development of information technology and communication today. There are many platforms that can be used as marketing opportunities such as utilizing social media, websites, YouTube, e-marketplace applications and so on. The main problems of ornamental fish farmer groups in Kondangjajar Village, Cijulang District, Pangandaran Regency are a) Effectiveness of Master Koi Bot Utilization in Koi Fish Marketing through Auction Method; b) Buyer Perception and Enthusiasm towards the Utilization of Master Koi Bot in Auction Method; c) Influence of Quality and Quantity of Koi Fish Offered on Auction Results with the Use of Master Koi Bot.
Vulnerabilities in digital platform-based work in the field of online transportation Noorikhsan, Faisal Fadilla; Khoerunisa, Nisa; Nurohman, Taufik; Muchariman, Randi; Hamzah, Risna Amalia
Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik (JISoP) Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jisop.v6i2.22591

Abstract

This study investigates the vulnerabilities and the illusion of well-being in platform-based digital work, focusing on drivers from Grab, Maxim, and Gojek in Tasikmalaya City. The urgency of this research arises from the rapid growth of the platform economy in Indonesia, which often overlooks the welfare of its workers. The primary objective of this study is to identify the factors affecting the vulnerability of drivers in achieving true well-being, as well as to analyze how the illusion of well-being is produced and maintained in platform-based work. The method used is a qualitative approach with a case study to illustrate the digital work vulnerabilities of Gojek drivers. Data were collected through document studies and Focus Group Discussions (FGDs) with representatives of drivers in Tasikmalaya City, and then analyzed through data reduction, data presentation, verification, and conclusion drawing. The findings indicate that online drivers in Tasikmalaya City face various vulnerabilities, such as a lack of social security and uncertain income. Therefore, collaboration between companies, the government, and driver partners is needed to improve their well-being. Proposed solutions include tariff transparency, the development of a social security scheme, and improved communication between the parties involved. In the future, it is hoped that a fairer and more sustainable partnership for the well-being of online drivers in Indonesia can be established.