Lembaran Sejarah
Vol 22, No 1 (2026)

Melantang dalam Hening: Periodisasi Sejarah Pemikiran Perempuan Penghayat Kepercayaan di Indonesia (1955-2017)

Eka Ningtyas (Universitas Negeri Yogyakarta)
Makrus Ali (Intersectoral Collaboration for Indigenous Religions)
Rela Susanti (Puanhayati)



Article Info

Publish Date
17 Jul 2026

Abstract

Artikel ini menelusuri periodisasi sejarah pemikiran perempuan penghayat Kepercayaan di Indonesia sejak tahun 1955 hingga masa kini. Melalui telaah tokoh-tokoh seperti Parwati, S.K. Trimurti, dan Sri Pawenang, penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan penghayat telah memainkan peran aktif dalam merumuskan wacana kebatinan, moralitas, dan kebangsaan sejak era awal kemerdekaan. Dengan menjadikan dokumen Badan Kongres Kebatinan Indonesia (BKKI) dan majalah Mawas Diri sebagai korpus utama, kajian ini mengungkap kontribusi intelektual perempuan dalam mengartikulasikan kebatinan sebagai kekuatan spiritual bangsa serta sarana pembentukan kepribadian nasional. Pendekatan situated knowledge dari Donna Haraway digunakan untuk membaca pengalaman perempuan penghayat sebagai bentuk pengetahuan yang terletak secara sosial dan historis. Temuan artikel ini menegaskan bahwa genealogi pemikiran perempuan penghayat tidak terputus, melainkan berlanjut hingga era pasca-Soeharto melalui berdirinya organisasi perempuan penghayat Indonesia (Puanhayati) pada tahun 2017. Dengan demikian, sejarah perempuan penghayat memperlihatkan kesinambungan reflektif antara spiritualitas, kebangsaan, dan emansipasi yang melampaui batas-batas agama dan negara.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

lembaran-sejarah

Publisher

Subject

Education Health Professions

Description

Lembaran Sejarah is a bilingual academic and peer-reviewed journal on Indonesian and regional history of Southeast Asia. It is part of a long tradition of journal publication of the Department of History at Universitas Gadjah Mada from the 1960s. The journal embraces articles on Indonesian history ...