Rendahnya tingkat pemahaman ibu hamil mengenai kesehatan maternal, khususnya terkait tanda bahaya kehamilan, masih menjadi permasalahan yang dapat menyebabkan keterlambatan dalam mengenali komplikasi serta mengambil keputusan untuk memperoleh layanan kesehatan yang tepat. Hasil asesmen yang dilakukan di Rumah Sehat Ibu Anak ‘Aisyiyah (RSIAA) Pringsewu menunjukkan bahwa sebagian ibu hamil belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai berbagai tanda bahaya selama masa kehamilan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif yang sistematis dan berkesinambungan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan maternal melalui pemberian edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan sebagai upaya mendukung terciptanya kehamilan yang sehat dan aman. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, distribusi leaflet sebagai media edukasi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab dengan ibu hamil yang berkunjung ke RSIAA Pringsewu. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai berbagai tanda bahaya kehamilan, seperti perdarahan, nyeri abdomen hebat, sakit kepala berat, edema pada ekstremitas, berkurangnya gerakan janin, serta ketuban pecah dini. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran untuk menjalani pemeriksaan antenatal secara teratur dan segera mencari bantuan tenaga kesehatan apabila mengalami tanda bahaya. Dengan demikian, edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan terbukti berperan dalam meningkatkan literasi kesehatan maternal serta mendukung upaya pencegahan komplikasi dan terwujudnya kehamilan yang aman dan sehat.Top of FormBottom of Form
Copyrights © 2026