Kopi merupakan komoditas unggulan di Indonesia dengan tren peningkatan luas areal perkebunan dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan ini diikuti oleh kebutuhan bibit kopi bermutu yang semakin besar. Selain itu, limbah kulit kopi dari sentra pengolahan kopi berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk kompos dan pupuk cair. Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak pemberian kompos limbah kulit kopi dan pupuk cair kulit kopi terhadap pertumbuhan pembibitan kopi Robusta. Pelaksanaan penelitian di kebun pembibitan Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Negeri Jember pada November 2022–Maret 2023. Penelitian menggunakan RAK factorial, terdiri dua faktor yaitu faktor pertama komposisi kompos limbah kulit kopi (M) yaitu 30% (M1), 50% (M2), dan 70% (M3); dan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair kulit kopi (P) yaitu 100 mL/L (P1), 200 mL/L (P2), dan 300 mL/L (3) sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, klorofil daun, jumlah daun dan volume akar. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan uji lanjut DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tunggal M3 memberikan perlakuan terbaik terhadap tinggi tanaman bulan ke 2; dan perlakuan tunggal M2 dan M1 menghasilkan nilai klorofil daun tertinggi pada bulan yang sama. Pemberian kompos limbah kulit kopi dan pupuk cair kulit kopi tidak memberikan pengaruh nyata pada variabel pengamatan lainnya.
Copyrights © 2026