SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
Vol. 6 No. 3 (2026)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SD KELAS V

Yayang Aniska (Universitas PGRI Palembang)
Noviati Noviati (Universitas PGRI Palembang)
Arief Kuswidyanarko (Universitas PGRI Palembang)



Article Info

Publish Date
12 Jul 2026

Abstract

Critical thinking is one of the essential 21st-century skills students must possess, particularly in mathematics learning, which requires reasoning, analysis, and in-depth interpretation. However, observations at SD Negeri 09 Pemulutan revealed that fifth-grade students' critical thinking skills remained low, marked by limited active engagement in questioning, summarizing material, and collaborating, due to the conventional learning model that provided little opportunity for students to investigate and construct concepts independently. This study aims to determine the effect of the discovery learning model on the critical thinking skills of fifth-grade elementary school students in mathematics. This study employed a quantitative approach with a Quasi-Experimental design, specifically a Nonequivalent Control Group Design. The research sample consisted of 40 students from SD Negeri 09 Pemulutan, divided into Class V A as the experimental group and Class V B as the control group, selected through purposive sampling. Data were collected through observation, tests, and documentation, then analyzed using an independent sample t-test after the data were confirmed to be normally distributed and homogeneous. The results showed a significance value (2-tailed) of 0.000, lower than 0.05, indicating a significant effect of the discovery learning model on students' critical thinking skills. These findings suggest that active student engagement in independent investigation through discovery learning effectively enhances critical thinking skills compared to conventional learning. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kecakapan abad ke-21 yang sangat penting dimiliki siswa, khususnya dalam pembelajaran matematika yang menuntut penalaran, analisis, dan interpretasi mendalam. Namun, hasil observasi di SD Negeri 09 Pemulutan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas V masih rendah, ditandai dengan kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam bertanya, menyimpulkan materi, dan bekerja sama, akibat penerapan model pembelajaran konvensional yang belum memberi ruang bagi siswa untuk menyelidiki dan menemukan konsep secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD pada mata pelajaran matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Experimental, jenis Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa SD Negeri 09 Pemulutan, terdiri atas kelas V A sebagai kelompok eksperimen dan kelas V B sebagai kelompok kontrol, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji independent sample t-test setelah data dinyatakan berdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000, lebih kecil dari 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan model discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam proses penyelidikan mandiri melalui discovery learning efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dibandingkan pembelajaran konvensional.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

science

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan ...