Rendahnya efisiensi reproduksi ternak akibat kegagalan deteksi birahi dan panjangnya jarak beranak (calving interval) menjadi kendala utama pada peternakan rakyat, termasuk pada kelompok peternak kambing di Kampung Kalisemen, Distrik Nabire Barat, Provinsi Papua Tengah. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh Tim Dosen Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire ini bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan ilmiah dan melatih keterampilan peternak dalam menerapkan Bioteknologi Reproduksi berupa sinkronisasi estrus ternak kambing berbasis hormon Prostaglandin F2-alpha (PGF2α). Metode yang digunakan, meliputi penyuluhan interaktif dan pelatihan praktek langsung sinkronisasi estrus pada ternak kambing. Keberhasilan program diukur melalui pre-test dan post-test, serta pemantauan estrus/birahi pasca-perlakuan sinkronisasi estrus menggunakan PGF2α. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, menunjukkan peningkatan pemahaman peternak kambing sebesar 85%, terkait tata kelola siklus birahi. Pada pengamatan klinis, sebanyak 80% kambing betina berhasil menampilkan estrus/birahi yang jelas, dalam waktu 48-72 jam pasca-injeksi PGF2α dosis tunggal. Kesimpulan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, menunjukkan bahwa transfer bioteknologi reproduksi berupa sinkronisasi estrus sangat efektif meningkatkan efisiensi reproduksi ternak kambing dan meningkatkan keterampilan teknis kelompok peternak kambing di Kampung Kalisemen, Distrik Nabire Barat, Provinsi Papua Tengah.
Copyrights © 2026