Rendahnya hasil belajar teknik dasar passing bawah bola voli pada siswa kelas VII A di SMPN 1 Gunung Sari akibat penerapan metode mengajar yang masih konvensional dan monoton menjadi latar belakang urgensi dilaksanakannya penelitian ini. Pembelajaran satu arah menyebabkan siswa pasif, kurang berinteraksi, dan enggan saling membantu sehingga memicu kesenjangan pencapaian nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan hasil belajar teknik dasar passing bawah bola voli pada siswa kelas VII A di SMPN 1 Gunung Sari tahun pelajaran 2025/2026. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam pra-siklus dan dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi terhadap 32 siswa. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi aktivitas serta tes praktik penilaian hasil belajar yang mengukur ranah kognitif, afektif, dan psikomotor secara proporsional. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan; pada kondisi pra-siklus nilai rata-rata kelas hanya 71,8 dengan ketuntasan klasikal 25% (8 siswa). Setelah intervensi model STAD berbasis kerja kelompok heterogen dan tutor sebaya, rata-rata kelas meningkat pada siklus I menjadi 78,1 dengan ketuntasan klasikal 71,8% (23 siswa), dan mencapai puncaknya pada siklus II dengan rata-rata 90,2 serta ketuntasan klasikal mutlak 100% (32 siswa). Pembahasan hasil membuktikan elemen kompetisi tim dan akuntabilitas individu dalam STAD berhasil memicu motivasi serta koordinasi motorik gerak siswa secara optimal. Kesimpulannya, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terbukti sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar teknik dasar passing bawah bola voli pada siswa.
Copyrights © 2026