Program Mahasiswa Berdampak di Desa Kota Lintang, Kabupaten Aceh Tamiang, dilaksanakan sebagai upaya pemulihan pascabencana banjir bandang November 2025 yang menyebabkan kerusakan permukiman, fasilitas umum, akses air bersih, dan lahan pertanian. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan, penyediaan air bersih, dan ketahanan pangan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan dilakukan melalui rehabilitasi lingkungan, pemasangan pompa air berbasis tenaga surya, penggunaan mesin penyemprot air, serta penerapan hidroponik sistem apung bersama Karang Taruna dan Kelompok Tani Simpur Jaya. Hasil kegiatan menunjukkan rehabilitasi berhasil dilakukan pada 7 rumah, 1 sekolah, dan 3 musholla dengan peningkatan kebersihan 70–85%. Pompa air tenaga surya meningkatkan akses air bersih masyarakat hingga 65–75%, sedangkan hidroponik sistem apung menghasilkan 15–25 kg sayuran per siklus dengan peningkatan produksi 40–60%. Selain itu, kompetensi masyarakat dalam penggunaan teknologi meningkat hingga 80–90%. Program ini mendukung pemulihan sosial-ekologis pascabencana sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDGs poin 2, 6, dan 11.
Copyrights © 2026